JAKARTA, zonarilis.com — Aktivitas di kawasan Plaza Hayam Wuruk, Jakarta Pusat, tampak lengang pada Minggu (17/5/2026) siang. Deretan ruko dan perkantoran di kompleks yang berhimpitan dengan hotel dan club 108 serta apartemen itu kini terlihat sepi, terlebih sebagian ruas jalan di sekitar lokasi ditutup akibat proyek pembangunan LRT Fase 2.
Di balik suasana yang tampak biasa tersebut, kawasan ini mendadak menjadi sorotan setelah aparat kepolisian membongkar dugaan markas operator judi online jaringan internasional di gedung tersebut.
Berdasarkan pantauan di lokasi, penjagaan di area gedung kini diperketat. Akses menuju lantai atas dibatasi dan hanya pintu utama di lantai dasar yang dibuka melalui area layanan perbankan.
Seorang petugas pengamanan proyek LRT Fase 2 bernama Dani mengaku terkejut dengan operasi yang dilakukan aparat beberapa waktu lalu. Selama bekerja di kawasan itu, ia mengaku tidak mengetahui adanya aktivitas mencurigakan di dalam gedung.
“Selama dua tahun saya kerja di area sini, tahunya ya kantor-kantor biasa sama BRI. Memang banyak perkantoran di atas,” ujar Dani saat ditemui.
Ia menuturkan, saat penggerebekan berlangsung, sejumlah kendaraan aparat masuk ke kawasan Plaza Hayam Wuruk.
“Minggu lalu ada tiga bus Brimob datang langsung. Awalnya sempat simpang siur, ada yang bilang kantor imigrasi dan macam-macam. Tapi setelah koordinasi dengan Brimob, memang benar itu penggerebekan markas judi online,” kata dia.
Meski demikian, Dani enggan memberikan tanggapan lebih jauh mengenai operasi tersebut.

Pantauan di lokasi menunjukkan area yang diduga menjadi tempat operasi judi online kini telah disterilkan. Pengunjung maupun pihak luar tidak diperkenankan naik ke lantai atas tanpa izin khusus.
Petugas keamanan gedung menyebut pembatasan dilakukan untuk menjaga ketertiban pasca penggerebekan. Saat ini akses masuk hanya dapat dilakukan melalui lobi utama lantai dasar yang terhubung dengan lift menuju area perkantoran. Namun, awak media maupun pengunjung diminta tetap berada di area bawah dan tidak melanjutkan akses ke lokasi yang menjadi tempat kejadian perkara.
Komandan pengamanan Plaza Hayam Wuruk, Fauzi, mengatakan pihak pengelola akan memberikan keterangan lebih lanjut dalam waktu dekat guna membantu proses penyelidikan.
“Ya dari pihak pengelola juga akan terbuka. Kalau media datang saat jam kerja, nanti akan kami sampaikan,” ujar Fauzi yang menolak difoto.
Sebagaimana diketahui, Bareskrim Polri membongkar praktik judi online jaringan internasional di kawasan Jakarta Barat pada Kamis (7/5/2026). Gedung yang menjadi lokasi pengungkapan berada di kawasan Plaza Hayam Wuruk, yang di lantai dasarnya terdapat layanan perbankan dan kantor instansi pemerintah.
Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri, Wira Satya Triputra mengatakan, pengungkapan kasus bermula dari laporan masyarakat terkait aktivitas mencurigakan di sebuah gedung perkantoran.
Dalam operasi tersebut, polisi mengamankan 321 orang yang mayoritas merupakan warga negara asing (WNA) asal Tiongkok, Vietnam, Laos, Myanmar, Malaysia, Thailand, dan Kamboja.
“Untuk sementara kami sudah menetapkan sekitar 275 tersangka dan sisanya masih dalam pendalaman lebih lanjut,” ujar Wira dalam konferensi pers di Jakarta. ***










