Rabu, Oktober 7, 2026

Ayah Baim dan Zero Cs Meriahkan HUT RI ke-81 di Tugu Utara Koja

HeadlineAyah Baim dan Zero Cs Meriahkan HUT RI ke-81 di Tugu Utara Koja

JAKARTA, Zonarilis.com – Menyambut perayaan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-81 tahun, Enam primata jenis monyet ekor panjang dan beruk Kalimantan, anabul yang diasuh keluarga Samsul Hidayah, yakni primata bernama Baim (4 tahun), Dexter (3 tahun), Keyna (3 tahun), Memey (3 tahun), Zoya (usia 7 bulan) dan Zero primata jenis beruk berusia 15 tahun, terlibat aktif dalam perlombaan di lingkungan RT 13/RW 08, Kel. Tugu Utara, Koja, Jakarta Utara.

Ada dua jenis lomba yang diikuti primata-primata tersebut, yakni lomba makan krupuk dan lomba minum jus buah naga. Keikutsertaan anabul milik Samsul Hidayah dalam lomba ini merupakan yang kedua kali setelah HUT RI tahun 2025 lalu.

Warga dan panitia lomba dari kalangan muda tampak antusias melayani peserta lomba enam ekor primata yang diasuh Ayah “Baim” (Menyebut Samsul). Warga yang memang sudah familiar, melayani keenamnya dengan suka cita.

Antusias Warga

Ketua RT 13/RW 08, H. Nurul Jamil (48), membenarkan bahwa kehadiran keluarga primata tersebut mendapat sambutan positif dari warga. Menurutnya, Baim cs sangat menghibur, terutama bagi warga di wilayahnya yang menurut dia merupakan peristiwa langka ada lomba yang diikuti primata-primata.

“Peristiwa yang langka di tahun 2026 ini,” ujar H. Nurul, sembari menyebut lomba serupa tidak ditemukan di wilayah lain, terutama di Koja. Ia pun memastikan, tidak ada warga yang keberatan atau protes dengan keikutsertaan Baim dkk.

Primata keluarga Ayah Baim saat terlibat dalam perayaan HUT Kemerdekaan ke 81 di Tugu Utara, Koja, Jakarta Utara. (Foto: RHW/Zonarilis)

“Alhamdulillah kita warga semua support. Sangat menghibur,” tandasnya. Menurut H. Nurul Jamil, selama ini, keluarga Ayah Baim (Menyebut Keluarga Samsul Hidayah) turut berkontribusi sebagai donatur dalam perayaan HUT RI di wilayahnya.

“Ayah Baim merupakan salah satu donatur. Insya Allah beliau ini memberikan donasi bagi kegiatan HUT ini,” ungkapnya.

BACA JUGA :  Perkuat Kebersihan Pasar Induk Kramat Jati, FK REPNUS Puji Langkah Taktis Perumda Pasar Jaya

Terkait perayaan secara keseluruhan, H. Nurul Jamil menyebut rangkaian acara di wilayahnya berlangsung selama tiga hari, mencakup berbagai lomba nasional seperti karaoke dan aneka lomba tradisional yakni lomba balap karung hingga lomba makan kerupuk, kemudian lomba keagamaan seperti lomba hafalan Alquran dan lomba azan, yang keseluruhannya melibatkan peserta sekitar 30 anak.

Kegiatan ini ditutup dengan malam puncak sekaligus pembagian hadiah yang dijadwalkan akan berlangsung pada 29 Agustus 2026. “Termasuk meriah lah,” pungkas H. Nurul Jamil.

Sementara itu, Nirmala (32), Ibu Muda cantik yang menjadi salah satu pengasuh primata di keluarga Ayah Baim menguraikan keterlibatannya dalam pengasuhan primata tersebut. Menurut Nirmala, Zoya sebagai anggota termuda, mengikuti perlombaan ini untuk pertama kalinya. Nirmala yang kini akrab disapa sebagai “Bunda” Zoya, menceritakan kegembiraannya mendampingi si bocil anabul dalam lomba makan kerupuk dan lomba minum jus buah naga.

Nirmala. (Foto: RHW/Zonarilis)

“Seru, seru banget. Pokoknya seru banget,” ujar Nirmala saat ditanya kesannya mengikuti acara tujuh belasan tersebut. Menurut dia, karena masih terlalu kecil untuk mengikuti lomba, Zoya pun dibantu langsung oleh Nirmala.

“Untuk Zoya, karena baru pertama jadi ya, untuk kerupuk aku bantuin,” katanya.

Ia secara khusus mengasuh Zoya, primata termuda di keluarga Ayah Baim yang sudah diasuhnya sejak berusia 2 minggu. Ia pun setuju dengan langkah keluarga Samsul mengadopsi primata-primata yang sebelumnya hampir tidak terurus oleh pemilik sebelumnya. Kesibukan bekerja menjadi alasan utama pemilik lama memberikan primata-primata tersebut kepada keluarga Samsul.

Ia mengakui pada awalnya sempat takut juga mengasuh bayi primata. Namun rasa iba dan kasih sayangnya muncul pas melihat Zoya.

BACA JUGA :  Kawal RUU Ketenagakerjaan, Koalisi Buruh Kembali Kepung DPR: Usung 11 Tuntutan

“Awalnya saya juga takut, cuman pas ngeliat babynya itu bener-bener kayak pengen nyoba gitu. Pas megang kayak udah senang aja,” tutur Nirmala. Ia menegaskan bahwa perawatan Zoya sehari-hari, mulai dari makanan hingga popok, selalu dikonsultasikan lebih dulu ke keluarga Samsul.

“Kita nggak sembarangan… untuk makanannya juga kita nggak bisa sembarangan,” ujarnya, seraya menambahkan bahwa Zoya sudah menjalani vaksinasi yang dilakukan secara rutin dan masyarakat suka dengan zoya, meskipun kadang jahil dan khas primata yang banyak tingkah. “Masyarakat justru suka, karena Zoya kan masih baby, jadi banyak yang suka,” tandasnya.

Vaksinasi Rutin dan Dukungan Keluarga

Sementara itu, Samsul Hidayah, yang kini dikenal sebagai “Ayah” Baim, menjelaskan bahwa keikutsertaan para primata dalam lomba 17 Agustus sudah direncanakan sejak awal untuk menghibur warga sekaligus menjadi ajang peranan anabul asuhnya di tengah masyarakat. Situasi yang jarang ditemui di tempat lain.

H. Nurul Jamil. (Foto: RHW/Zonarilis)

“Jarang ada primata yang kita sayangi sampai kita ikutkan lomba,” ujar Samsul.

Ia menyebut tahun ini merupakan tahun kedua keluarganya mengikutsertakan para primata dalam perayaan HUT Kemerdekaan tersebut.

Terkait perawatan, Samsul menjelaskan secara rutin Ia selalu menjaga kesehatan bagi primata-primatanya, termasuk memberikan vitamin dan vaksin khusus primata. Untuk itu, ia rutin mengikuti program vaksinasi rabies yang digelar pemerintah.

“Kalau vaksin kita ikutin program pemerintah… vaksinasi itu satu tahun sekali,” jelasnya. Menurut Samsul vaksinasi rabies penting dilakukan meski kasusnya sudah jarang terjadi pada primata, namun demi keamanan hewan maupun keluarga, vaksin tetap dia berikan.

Sementara Untuk penanganan sakit ringan seperti flu, Samsul mengaku menggunakan bahan alami yang diraciknya sendiri. “Biasanya sih kita kayak pakai kunyit-kunyitan aja… kunyit sama madu, kita jemur, selesai. Besoknya sembuh,” katanya.

BACA JUGA :  Ironi di Balik "Salam Kompor": Menggugat Proyek Kompor Mewah Kemensos Senilai Rp13 Juta per Unit

Ia juga menceritakan salah satu primatanya, Baim, sempat mengalami diare dan sariawan hingga tidak mau makan selama tiga hari sebelum akhirnya pulih.

Baim yang saat ini menjadi ikon bagi keluarga Samsul, termasuk primata yang lebih aktif dibandingkan anabul lainnya. Namun yang paling unik adalah Zero, primata jenis beruk Kalimantan; Anabul paling besar dan paling tua yang diasuh Samsul, justru merupakan anabul asuh yang paling kalem dan lembut. Selama lomba, Zero hanya duduk, tanpa bangkit atau bertingkah macam-macam, dan beruk ini jadi pemenang dalam lomba minum jus buah naga.

Perawakannya yang besar namun dengan tatapannya yang lembut membuat primata besar ini tidak menakutkan, bahkan banyak anak yang cukup akrab dengan zero, tentu dibawah penjagaan dan pengawasan ketat Samsul dan keluarganya, keenam anabul asuh ini sehat dan terjamin keamanannya. Sementara, soal penerimaan warga, Samsul menegaskan, selama ini tidak pernah ada keluhan dari warga.

Ia mengatakan, sikap ramah primata asuhnya terhadap warga dan anak-anak menjadi kunci diterimanya keluarganya di lingkungan tersebut. “Nggak ada problem, nggak ada apa-apa. Warga juga nyambut-nyambut aja,” pungkas Samsul. (RHW)

spot_img

Simak Konten Lainnya :

Terbaru

Check out other tags:

spot_img
spot_imgspot_img
spot_imgspot_img

Berita Populer