Rabu, Oktober 7, 2026

Polemik Keikutsertaan Atlet POPB di O2SN Panjat Tebing, Guru SMP Al Wildan: Melanggar Hasil Technical Meeting

Gaya HidupOlah RagaPolemik Keikutsertaan Atlet POPB di O2SN Panjat Tebing, Guru SMP Al Wildan: Melanggar Hasil Technical Meeting

​

JAKARTA, zonarilis – Pelaksanaan Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) cabang panjat tebing yang digelar di GOR Ciracas, Jakarta Timur, pada Selasa (26/05/2026), diwarnai ketegangan. Sejumlah pihak melayangkan protes keras terkait keterlibatan atlet binaan Pusat Pelatihan Olahraga Pelajar (POPB) dalam kompetisi tersebut.

​Protes tersebut salah satunya disampaikan oleh Ustazah Riska, guru dari SMP Al Wildan, yang menilai kehadiran atlet binaan POPB telah melanggar kesepakatan yang telah disepakati bersama dalam forum Technical Meeting (TM).

​”Kami sangat menyayangkan hal ini. Saat Technical Meeting berlangsung, telah diputuskan secara jelas bahwa atlet binaan pemerintah dari POPB tidak diperbolehkan ikut serta dalam O2SN cabang panjat tebing,” ujar Ustazah Riska di lokasi kegiatan, Selasa (26/05/2026).

BACA JUGA :  LPMAK Soroti Keterpurukan Persija, Desak Audit Investigatif Aliran Dana CSR BUMD DKI Jakarta

​Menurutnya, aturan tersebut dibuat untuk menjaga keadilan dan sportivitas kompetisi antar siswa. Ia menegaskan bahwa atlet binaan yang mendapatkan porsi latihan dan pembinaan khusus dari pemerintah seharusnya tidak berkompetisi di ajang O2SN, yang esensinya ditujukan bagi pengembangan bakat siswa di tingkat sekolah.

​Menanggapi polemik tersebut, Willy Wiranda, Koordinator O2SN Cabang Panjat Tebing Wilayah II Jakarta Pusat Tingkat SMP, menyatakan bahwa pihaknya telah melaksanakan seleksi administrasi sesuai dengan Petunjuk Teknis (Juknis) dari Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas).

​”Alasan kami sebelumnya tidak mengizinkan atlet POPB karena status mereka setara dengan PPLPD. Memang POPB tidak disebutkan secara spesifik dalam syarat peserta, namun POPB dapat dikategorikan sebagai diklat atau pembinaan kecabangan di bawah Dispora yang memiliki SK,” jelas Willy. Ia menambahkan bahwa terlepas dari perdebatan tersebut, kegiatan yang diselenggarakannya tetap berjalan lancar sesuai regulasi yang ditetapkan Puspresnas.

BACA JUGA :  Dukungan Penuh IFMA: Kepemimpinan AA LaNyalla di PBMI Jadi Energi Baru Muaythai Dunia

​Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari panitia penyelenggara tingkat provinsi terkait dasar kebijakan yang membolehkan atlet binaan POPB tetap berlaga, meskipun sempat ada kesepakatan penolakan dalam Technical Meeting.

​Pihak sekolah berharap panitia pelaksana ke depannya dapat lebih konsisten dalam menjalankan regulasi yang telah disepakati bersama demi menjamin iklim kompetisi yang adil, transparan, dan menjunjung tinggi sportivitas bagi seluruh peserta didik.(zr).

spot_img

Simak Konten Lainnya :

Terbaru

Check out other tags:

spot_img
spot_imgspot_img
spot_imgspot_img

Berita Populer