Rabu, Oktober 7, 2026

Krisis Listrik Sumatera: CBA Sebut Permintaan Maaf PLN Tak Lagi Relevan, Desak Presiden Turun Tangan

NasionalKrisis Listrik Sumatera: CBA Sebut Permintaan Maaf PLN Tak Lagi Relevan, Desak Presiden Turun Tangan

​JAKARTA, zonarilis.com – Insiden blackout yang melumpuhkan wilayah Sumatera pada Jumat (22/5/2026) kembali menyulut kemarahan publik. Direktur Eksekutif Center for Budget Analysis (CBA), Uchok Sky Khadafi, menegaskan bahwa pola pemadaman berulang ini adalah bukti nyata adanya “penyakit akut” dalam manajemen PT PLN (Persero).

​Uchok menyoroti bahwa manajemen PLN saat ini seolah terjebak dalam zona nyaman, di mana permintaan maaf menjadi tameng instan setiap kali terjadi kegagalan layanan.

​”Kita sudah bosan dengan narasi maaf dari PLN. Kata maaf tidak punya nilai ekonomi bagi masyarakat yang merugi, tidak bisa menghidupkan mesin industri, dan tidak mampu menyelamatkan nyawa pasien di rumah sakit yang terancam akibat gangguan listrik,” tegas Uchok dalam pernyataan resminya, Minggu (24/5/2026).

BACA JUGA :  Habib Salim Bin Jindan: Jangan Terprovokasi Isu Hoaks, Jaga Persatuan Jelang Muktamar ke-35 NU

Menurut CBA, dampak dari ketidakstabilan pasokan listrik di Sumatera telah merambat ke berbagai lini yang lebih luas. Selain kerugian ekonomi pada sektor UMKM dan industri skala besar, isu ini dianggap merusak reputasi Indonesia di mata investor asing.

​”Bagaimana investor bisa percaya pada kualitas infrastruktur kita jika urusan dasar seperti listrik saja belum bisa diandalkan? Ini adalah rapor merah bagi kepemimpinan Darmawan Prasodjo,” tambahnya.

Dalam kacamata CBA, kelangsungan jabatan Dirut PLN kini menjadi ujian bagi komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam menegakkan tata kelola yang bersih dan profesional. CBA mendesak agar Presiden segera melakukan perombakan total di jajaran direksi PLN sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada publik.

BACA JUGA :  Modernisasi Pendidikan Vokasi Transportasi, Keselamatan Publik Jadi Prioritas

​”Presiden Prabowo perlu bertindak tegas. Jika Darmawan Prasodjo dipertahankan, maka publik berhak bertanya: apakah kepemimpinan Prabowo juga akan memaklumi ketidakbecusan ini? Sudah saatnya ada penyegaran total di PLN demi menjamin hak masyarakat atas energi yang stabil,” pungkas Uchok.

​CBA berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret sebelum krisis kelistrikan ini merambat ke wilayah-wilayah lain dan melumpuhkan ekonomi nasional lebih jauh.(zr).

spot_img

Simak Konten Lainnya :

Terbaru

Check out other tags:

spot_img
spot_imgspot_img
spot_imgspot_img

Berita Populer