Rabu, Oktober 7, 2026

Menhan Sjafrie Sjamsoeddin Paparkan Peran Baru Prajurit TNI sebagai Penggerak Sosial di Daerah

NasionalMenhan Sjafrie Sjamsoeddin Paparkan Peran Baru Prajurit TNI sebagai Penggerak Sosial di Daerah

​JAKARTA, Zonarilis.com – Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin memperkenalkan wajah baru prajurit TNI yang kini menjalankan peran lebih luas di masyarakat melalui konsep Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan. Penjelasan tersebut disampaikan Sjafrie dalam rapat kerja bersama Komisi I DPR RI pada 19 Mei 2026, sebagaimana dikutip dari siaran YouTube TVR Parlemen, Kamis (28/5/2026).

​Dalam kesempatan tersebut, Sjafrie menegaskan bahwa kehadiran prajurit di berbagai pelosok daerah kini tidak lagi terbatas pada tugas pertahanan dan patroli keamanan semata, melainkan telah melebur dalam kehidupan sosial warga. Prajurit yang tergabung dalam batalyon tersebut kini aktif hadir sebagai mitra masyarakat. Di banyak kampung, mereka berperan sebagai imam masjid, penceramah, penggerak kegiatan gereja, hingga menjadi tenaga pengajar bagi anak-anak di sekolah maupun di lapangan.

BACA JUGA :  Bamsoet Jadi Co-Promotor Disertasi Doktor Ilmu Hukum

​Menurut Sjafrie, keberagaman latar belakang personel, termasuk mereka yang berasal dari pesantren serta yang memiliki pemahaman mumpuni mengenai rohani non-muslim, menjadi modal utama dalam menciptakan harmoni sosial di wilayah penempatan. Konsep Batalyon Teritorial Pembangunan ini sendiri merupakan inisiatif strategis Kementerian Pertahanan bersama TNI untuk memperkuat keamanan wilayah sekaligus mengakselerasi pembangunan daerah.

​Pemerintah menargetkan pembentukan 750 batalyon baru dalam lima tahun ke depan, dengan rata-rata 150 batalyon yang dibentuk setiap tahunnya. Secara khusus, Sjafrie menargetkan bahwa pada tahun 2026 ini, seluruh kabupaten di wilayah Pulau Jawa sudah dikawal oleh satu batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan.

​Selain fungsi pertahanan, kehadiran batalyon ini bertujuan untuk menghidupkan kembali sistem keamanan lingkungan (siskamling) yang mulai ditinggalkan. Patroli rutin yang dilakukan prajurit terbukti mampu meningkatkan rasa aman dan menciptakan kedekatan emosional yang lebih hangat antara TNI dan rakyat.

BACA JUGA :  Bamsoet: Kerangka Ekonomi dan Kebijakan Fiskal 2027 Disampaikan Presiden Prabowo Perlihatkan Keberanian Pemerintah Ambil Langkah Strategis

​Guna mendukung akselerasi pembangunan, struktur batalyon ini tidak hanya berisi pasukan tempur, tetapi juga dilengkapi unit-unit pendukung spesifik, seperti kompi pertanian, kompi peternakan, kompi medis, hingga kompi konstruksi zeni. Seluruh elemen tersebut dipersiapkan untuk turun langsung membantu masyarakat dalam berbagai sektor kehidupan, mulai dari ketahanan pangan hingga pembangunan infrastruktur dasar. Langkah ini diharapkan mampu menjadikan kehadiran TNI sebagai motor penggerak yang tidak hanya menjaga kedaulatan negara, tetapi juga berkontribusi nyata bagi kesejahteraan masyarakat di daerah.(zr).

spot_img

Simak Konten Lainnya :

Terbaru

Check out other tags:

spot_img
spot_imgspot_img
spot_imgspot_img

Berita Populer