JAKARTA, Zonarilis.com – Kinerja PT Pertamina (Persero) dalam mengelola ketahanan energi nasional mendapat apresiasi positif dari masyarakat. Berdasarkan hasil survei terbaru Lembaga riset strategis Citra Nasional Network (CNN) yang dirilis pertengahan Mei 2026, tingkat kepuasan publik terhadap pelayanan operasional dan komunikasi Pertamina menembus angka 83,7 persen.
Direktur Utama Citra Nasional Network, Muhammad Sutisna, menyatakan bahwa angka tersebut merupakan refleksi keberhasilan perusahaan dalam menjaga pasokan energi nasional di tengah tekanan ekonomi global yang fluktuatif.
”Survei yang kami lakukan pada 4–17 April 2026 ini menunjukkan bahwa masyarakat merasa aman dengan stabilitas distribusi energi yang dikelola Pertamina, meskipun dunia sedang menghadapi dinamika geopolitik yang tidak menentu,” ujar Sutisna di Jakarta.
Pengamat Strategi Intelijen Keuangan dan Ekonomi dari Universitas Indonesia, Chabibi Syaefuddin (Paijo), menilai tingginya kepercayaan publik merupakan buah dari konsistensi perusahaan dalam melakukan transformasi digital.
”Masyarakat kini melihat Pertamina sebagai institusi yang semakin modern dan presisi. Dukungan publik sebesar 85,2 persen terhadap penggunaan aplikasi MyPertamina menjadi bukti bahwa kebijakan digitalisasi untuk penyaluran BBM subsidi tepat sasaran berhasil diterima dengan baik,” jelas Chabibi dalam keterangan tertulisnya, Kamis (4/6/2026).
Chabibi menambahkan, sistem pendataan distribusi energi yang kini lebih tertata dan terukur dinilai oleh 78,2 persen responden sebagai langkah transparansi yang signifikan dibanding periode sebelumnya. Selain itu, kebijakan Pertamina menahan harga BBM subsidi di tengah lonjakan harga energi global turut menjaga daya beli masyarakat, dengan tingkat kepuasan mencapai 81,2 persen.
Di sisi lain, survei ini juga memberikan catatan kritis terkait tantangan distribusi. Sebanyak 67,4 persen responden mengaku masih menemui kendala aksesibilitas BBM dan LPG 3 kg, terutama di wilayah luar Pulau Jawa.
”Pertamina harus terus mengevaluasi dan mempercepat pemerataan distribusi di luar Pulau Jawa. Memang di Jawa relatif lebih mudah, namun keadilan akses energi di pelosok harus menjadi prioritas agar angka kepuasan masyarakat yang tinggi ini terjaga secara nasional,” tegas Chabibi.
Secara keseluruhan, Chabibi menyimpulkan bahwa Pertamina telah berhasil mengelola ekspektasi publik. Dengan menjaga pasokan tetap stabil dan harga subsidi terkendali, perusahaan mampu meredam kepanikan masyarakat di tingkat bawah.
”Pertamina terbukti mampu membuat situasi di SPBU maupun SPBE tetap aman dan teratur di tengah tekanan kenaikan harga minyak dunia. Ini adalah keberhasilan komunikasi dan operasional yang patut dipertahankan,” pungkasnya.
Survei ini melibatkan 1.580 responden pengguna aktif Bio Solar, Pertalite, dan LPG 3 kg di seluruh Indonesia, dengan metode Multistage Random Sampling, tingkat kepercayaan 95 persen, dan margin of error sebesar 2,47 persen.(zr)










