JAKARTA, Zonarilis.com – Dalam sepekan ini viral sejumlah gedung dan pusat perbelanjaan yang memasang pagar tinggi yang disinyalir karena khawatir terjadi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di DKI Jakarta di tengah isu demo besar-besaran pada Agustus ini yang berhembus di Media sosial (medsos).
Aksi pemasangan pagar tinggi itu mendapat perhatian publik yang kemudian disangkutpautkan dengan kondisi keamanan jakarta yang dinilai tidak kondusif. Hal ini pun mendapat sorotan tajam Korps Alumni KNPI Jakarta Timur.
Jimmy Amos Hutauruk, Ketua Korps Alumni KNPI Jakarta Timur mengajak warga untuk menjaga Jakarta. ia juga mengimbau masyarakat DKI Jakarta, terutama pemuda dan mahasiswa untuk tenang dan tidak termakan isu-isu provokatif yang beredar di media sosial (medsos) terkait dengan kekhawatiran adanya aksi demo rusuh Agustus yang membuat keamanan dan pengamanan Jakarta terganggu.
Menurut Amos, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung telah menjamin keamanan dan pengamanan bagi warga Jakarta, termasuk pengamanan gedung dan pusat perbelanjaan. Sehingga masyarakat tidak perlu khawatir dan pemasangan pagar tinggi itu juga tidak diperlukan.
“Saya apresiasi dengan langkah Gubernur Jakarta yang meminta warga masyarakat tidak perlu khawatir dengan keamanan Jakarta, bahkan Gubernur sudah memastikan keamanan Jakarta akan terjaga agar masyarakat dapat menikmati ibu kota dengan aman dan nyaman.” kata Jimmy Amos Hutauruk dalam siaran pers-nya di Jakarta, Selasa (4/8/2026).
Selain memastikan keamanan warga, Gubernur juga sudah berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah DKI Jakarta dan daerah penyangga agar tetap kondusif.
Amos pun meminta kalangan muda dapat menjaga wilayahnya dengan baik. Memastikan situasi kondusif dan perekonomian tetap berjalan tanpa adanya kekhawatiran.
“Kita semua siap menjaga agar kamtibmas tetap kondusif dan menjaga agar perekonomian masyarakat tetap berjalan normal dengan nyaman. Gak ada kerusuhan lah, masyarakat jangan terpancing dengan isu-isu provokatif,. Jakarta aman kok,” tandasnya.
Sebelumnya diberitakan, Polda Metro Jaya telah membentuk tim preventive strike (serangan pencegahan) dan meningkatkan intensitas patroli, sebagai langkah mitigasi untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Soal adanya isu aksi demo besar-besaran, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Budi Hermanto, mengatakan hingga saat ini pihaknya belum menerima surat pemberitahuan adanya rencana aksi.
Namun begitu, kepolisian tetap melakukan pemantauan secara intensif terhadap perkembangan informasi di ruang digital melalui Direktorat Reserse Siber dan Direktorat Reserse Kriminal Umum.
“Kondisi kamtibmas di wilayah hukum Polda Metro Jaya hingga kini tetap aman dan terkendali.” kata Budi di Jakarta, Jumat (31/7/2026).
Selain membentuk tim khusus, Polda Metro Jaya juga meningkatkan patroli yang difokuskan di sejumlah titik strategis, terutama di wilayah perbatasan dan daerah penyangga, seperti Bekasi, Depok dan bogor. Dan situasi saat ini aman dan kondusif.
“Situasi tersebut merupakan hasil sinergi antara Polda Metro Jaya, Kodam Jaya, dan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga stabilitas keamanan,” tandasnya. (Zr)










