Rabu, Oktober 7, 2026

KSBSI Tegaskan Tidak Ikut Aksi 27 Agustus: Kami Fokus Rakernas

HeadlineKSBSI Tegaskan Tidak Ikut Aksi 27 Agustus: Kami Fokus Rakernas

KSBSI memastikan saat ini lebih fokus mengawal RUU Ketenagakerjaan, bahkan sudah menyampaikan kertas posisi kepada DPR RI sebagai masukan dan usulan dalam UU Ketenagakerjaan baru.

JAKARTA, Zonarilis.com – Menjelang dilaksanakannya Rapat Kerja Nasional Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (Rakernas KSBSI) hari ini, 26 Agustus 2026, muncul sejumlah isu yang menyatakan KSBSI ikut serta dan terlibat dalam aksi demo 27 Agustus besok. Bahkan isu kemudian berkembang, menuduh adanya sejumlah aktivis atau tokoh elemen masyarakat sipil yang terlibat dalam aksi 27 Agustus, telah datang menemui Presiden KSBSI Elly Rosita di Acara Rakernas 2026.

Isu ini merupakan isu klaim sepihak dari pihak yang tidak bertanggung jawab. Secara tegas, KSBSI menyatakan tidak turun dalam aksi 27 Agustus. Demikian dijelaskan Presiden KSBSI Elly Rosita Silaban.

Elly memastikan bahwa KSBSI tidak akan turun dalam aksi yang digagas sejumlah elemen Masyarakat sipil tanggal 27 Agustus 2026.

“Saya dengan tegas mengucapkan sebagai Presiden KSBSI, pemimpin tertinggi organisasi ini, bahwa sampai saat ini KSBSI belum ada rencana untuk turun ke jalan,” kata Elly kepada Wartawan usai mengikuti acara Pembukaan Rakernas 2026 yang digelar KSBSI hari ini, Rabu (26/8/2026).

KSBSI tidak akan menggelar aksi dalam waktu dekat ini sebab menilai belum ada urgensi aksi di luar dari materi Pembahasan Rancangan Undang Undang (RUU) Ketenagakerjaan yang akan dibahas DPR RI dalam waktu dekat ini. KSBSI merupakan salah satu dari puluhan Konfederasi dan ratusan Federasi yang tergabung dalam Koalisi Besar Perjuangan Buruh Indonesia (KBPBI) yang saat ini tengah memperjuangkan dan mengawal RUU Ketengakerjaan yang baru.

BACA JUGA :  Buruh FPE KSBSI PT. Freeport Menang Gugatan Uji Materiil UU P2SK Pasal 161 dan 164

“Kami sudah menyampaikan (usulan dan masukan) yang sudah kami sampaikan melalui fraksi-fraksi dan juga kepada pimpinan DPR. Jadi dengan ini, kalau ada isu yang beredar bahwa kita (KSBSI) akan terlibat dalam aksi besok (27 Agustus) atau di Minggu ini. Saya katakan dengan tegas, bahwa KSBSI tidak akan ambil bagian dalam aksi tersebut. Kami tidak ikut aksi untuk besok, ini juga seruan,” jelas Elly.

Elly yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Konfederasi Serikat Buruh Internasional (ITUC) untuk Kawasan Asia Tenggara, menyatakan, bahwa KSBSI tidak akan turun aksi dalam waktu dekat, baik di Jakarta maupun di seluruh Provinsi di Indonesia.

“Demikian, jika nanti ada berita-berita yang berkembang tentang keterlibatan kita untuk aksi besok, itu perlu diabaikan.” tegas Elly.

Ia memastikan, KSBSI saat ini lebih fokus mengawal RUU Ketenagakerjaan, bahkan sudah menyampaikan kertas posisi kepada DPR RI sebagai masukan dalam UU Ketenagakerjaan yang baru. Selain itu, KSBSI juga berdiskusi dengan kalangan pengusaha terutama dengan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo).

BACA JUGA :  KSBSI Jakarta Putuskan Gelar Demo Kawal RUU Ketenagakerjaan Baru

“Perlu kita beritahu bahwa sejak hari ini, tanggal 26 sampai 28 Agustus kita melaksanakan rapat kerja nasional yang diikuti oleh 20 Koordinator Wilayah dari 20 puluh Provinsi dan 13 tiga federasi yang berafiliasi ke KSBSI.” urai Elly.

Sementara untuk isu liar yang menyatakan adanya sejumlah tokoh atau aktivis aksi 27 Agustus yang datang menemui Elly di Acara Rakernas KSBSI, Elly memastikan bahwa isu tersebut tidak benar.

“Saya katakan dengan jelas karena ada beberapa pertanyaan dari tadi bahwa ada sekelompok orang yang telah bertemu dengan saya pagi ini, yang bukan bagian dari KSBSI atau peserta Rakernas, saya katakan dengan tegas. tidak ada satu orang pun yang menemui saya untuk mengajak KSBSI turun aksi besok (27 Agustua).” terangnya.

Elly memastikan KSBSI saat ini fokus pada pelaksanaan Rakernas selama 3 hari ke depan. Sehingga isu keterlibatan KSBSI dalam aksi 27 Agustus hanya klaim sepihak.

“Boleh kita katakan bahwa itu adalah klaim sepihak, dan kita tidak ada jaringan (dengan pengurus maupun tokoh-tokoh dalam aksi 27 Agustus). Kita tahu bahwa mereka akan melakukan aksi, tapi itu bukan bagian dari kita (buruh KSBSI).” terangnya.

Namun demikian, Elly menyatakan, bahwa aksi yang akan dilakukan elemen masyarakat sipil tanggal 27 Agustus besok merupakan hak demokrasi dan tidak boleh dilarang. “Ya, mereka berhak melakukan aksi sendiri, dan bahwa itu hak demokrasi, tapi sekali lagi bahwa KSBSI tidak menjadi bagian dalam aksi tersebut.” tandasnya.

BACA JUGA :  Hadir di Women’s Committee ITUC-AP Bangkok, Inilah Kiprah Sri Rejeki

Elly berharap aksi masyarakat sipil pada 27 Agustus besok dapat dilaksanakan dengan lancar dan tidak mengganggu kenyamanan masyarakat.

“Kita berharap aksi ini kan hak yaa dan boleh dilakukan. Tapi jangan sampai menimbulkan ketidaknyamanan bagi masyarakat. Mereka berhak memberikan masukan atau mengkritik kebijakan (pemerintah), tapi semoga nanti pihak-pihak tertentu, jangan ikut juga memanas-manasi keadaan yang sebenarnya tidak menakutkan, tapi dibuat seperti horor gitu.” jelasnya.

“Jadi kita berharap aksinya tetap damai, semua masyarakat juga berhak melakukan aksi itu, tapi jangan sampai membawa ketidaknyamanan. Jadi KSBSI juga bersama Koalisi Besar Perjuangan Buruh Indonesia, bersama-sama dan sepakat tidak melakukan aksi dalam waktu dekat.” tandas Elly Rosita Silaban. (RED).

spot_img

Simak Konten Lainnya :

Terbaru

Check out other tags:

spot_img
spot_imgspot_img
spot_imgspot_img

Berita Populer