Rabu, Oktober 7, 2026

Dari Pematangsiantar untuk Kedai Kopi Nasional: KUR BNI Senilai Rp500 Juta Naikkan Kelas Produsen Mesin Kopi Lokal

Ekonomi dan BisnisDari Pematangsiantar untuk Kedai Kopi Nasional: KUR BNI Senilai Rp500 Juta Naikkan Kelas Produsen Mesin Kopi Lokal

​ZONARILIS.COM — Ekosistem kopi tanah air tidak hanya hidup di balik meja seduh, tetapi juga berdenyut dari lantai-lantai bengkel produksi lokal. Langkah strategis dibuktikan oleh PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) Kantor Cabang Pematangsiantar yang mendongkrak daya saing industri penunjang lewat penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) senilai Rp500 juta kepada Nazhifah Hapiz, produsen mesin kopi asal Pematangsiantar.

​Pembiayaan jumbo ini menjadi bahan bakar ekspansi bagi usaha yang telah merambah pasar luar kota lewat pola direct selling dan canvassing. Saat ini, bengkel produksi Nazhifah menyerap enam tenaga kerja lokal, angka yang diproyeksikan bertumbuh seiring lonjakan kapasitas produksi, pengadaan bahan baku, dan modernisasi peralatan untuk mendukung peningkatan kapasitas, pengadaan bahan baku, pengembangan peralatan, hingga kebutuhan operasional.

BACA JUGA :  Transjakarta Adalah Solusi Lingkungan: Penyesuaian Tarif Langkah Rasional untuk Keberlanjutan

​Usaha pembuatan mesin kopi ini memiliki prospek cerah seiring menjamurnya kedai kopi dan tingginya kebutuhan terhadap perangkat pengolahan kopi yang tidak lagi terbatas di Pematangsiantar, melainkan merambah lintas daerah. Tambahan modal pun dinilai krusial oleh Nazhifah untuk menangkap peluang pasar yang terus berkembang.

​”Dukungan pembiayaan ini menjadi bagian sangat penting dalam akselerasi bisnis kami, terutama untuk mendongkrak kapasitas produksi, pengadaan material presisi, serta memenuhi permintaan pasar luar kota yang terus merangkak naik,” ujar Nazhifah Hapiz, pelaku usaha mesin kopi penerima KUR BNI Pematangsiantar.

​Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo menyampaikan bahwa penyaluran KUR kepada sektor usaha produktif diharapkan membantu pelaku UMKM meningkatkan skala bisnis dan memperkuat daya saing secara berkelanjutan.

BACA JUGA :  DPR Puji Putusan MK soal Anggaran Pendidikan

​”KUR yang disalurkan kepada Nazhifah Hapiz diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendongkrak kapasitas, efisiensi, dan produktivitas pembuatan mesin kopi lokal agar kompetitif di pasar nasional,” ujar Okki Rushartomo, Corporate Secretary BNI.

​Okki menambahkan, pertumbuhan industri kopi turut membuka peluang lebar bagi berbagai sektor pendukung, mulai dari kedai kopi, industri pembuatan mesin, peralatan, kemasan, hingga kebutuhan operasional lainnya. Akses pembiayaan menjadi instrumen vital agar pelaku usaha lokal memperbesar kapasitas, menaikkan kualitas produk, dan memperluas jangkauan pasar.

​Penyaluran KUR oleh BNI Pematangsiantar ini sekaligus merefleksikan bagaimana pembiayaan usaha rakyat mampu menjangkau sektor industri kecil penghasil produk pendukung ekosistem bisnis yang lebih luas. Di Pematangsiantar, perkembangan industri pendukung kopi punya ruang tumbuh seirama dengan menggeliatnya aktivitas usaha makanan-minuman dan budaya konsumsi kopi di tengah masyarakat. Dengan dukungan pembiayaan ini, pelaku usaha lokal diharapkan mampu menaikkan skala bisnis, merangsek pasar luar daerah, membuka lapangan kerja baru, serta memperbesar kontribusi UMKM terhadap perekonomian Pematangsiantar dan sekitarnya.(ZR).

BACA JUGA :  Bongkar Korupsi KUR Rp41 Miliar di Jember, BNI Apresiasi Langkah Tegas Aparat Penegak Hukum
spot_img

Simak Konten Lainnya :

Terbaru

Check out other tags:

spot_img
spot_imgspot_img
spot_imgspot_img

Berita Populer