Rabu, Oktober 7, 2026

Sabu 16 Kg Nyaris Beredar di Palu, DPR Minta Bongkar Jaringan hingga Akar

UncategorizedSabu 16 Kg Nyaris Beredar di Palu, DPR Minta Bongkar Jaringan hingga Akar

Palu – Kasus penyelundupan narkotika jenis sabu seberat 16 kilogram yang berhasil digagalkan di Bandara SIS Aljufri menjadi sorotan serius. Anggota Komisi III DPR RI, Sarifuddin Sudding, menilai kejadian ini menunjukkan adanya kelemahan dalam sistem pengawasan di pintu masuk wilayah.

Sudding menegaskan, jumlah sabu yang hampir lolos tersebut bukan perkara kecil. Jika berhasil beredar, dampaknya bisa sangat luas dan merusak masyarakat, terutama generasi muda.

“Ini jumlah besar. Kalau sampai beredar, dampaknya luar biasa. Kita tidak bisa anggap ini kasus biasa,” ujarnya.

Ia menyoroti bagaimana narkotika tersebut bisa melewati proses pemeriksaan di bandara yang selama ini dikenal memiliki sistem keamanan berlapis. Menurutnya, hal ini harus menjadi bahan evaluasi menyeluruh bagi semua pihak terkait.

BACA JUGA :  Bamsoet Dorong Komunitas Pemilik Senjata Api Bela Diri Semakin Profesional dan Taat Hukum

“Bandara itu objek vital. Harusnya pengawasannya ketat. Kalau masih bisa ditembus, berarti ada celah yang harus segera ditutup,” tegasnya.

Lebih lanjut, Sudding meminta aparat penegak hukum tidak berhenti pada pengungkapan di permukaan. Ia menekankan pentingnya membongkar jaringan besar di balik peredaran narkoba tersebut.

“Yang harus diburu itu aktor utamanya. Jangan hanya kurir. Bongkar sampai ke jaringan dan bandarnya,” katanya.

Selain itu, ia juga mengingatkan bahwa pola peredaran narkoba kini semakin kompleks. Tidak hanya melalui jalur laut, tetapi juga sudah merambah jalur udara yang sebelumnya dianggap lebih aman.

Kondisi ini, lanjutnya, menjadi tanda bahwa jaringan narkoba terus beradaptasi dan memanfaatkan setiap celah yang ada dalam sistem pengawasan.

BACA JUGA :  Bamsoet Gelar Acara Parle in Red di HUT RI ke-81

Sudding pun mendorong penguatan koordinasi antar lembaga, peningkatan teknologi deteksi, serta pengawasan internal yang lebih ketat guna mencegah kejadian serupa terulang.

“Ini peringatan keras. Kita harus bergerak cepat dan tegas untuk menyelamatkan masyarakat dari ancaman narkoba,” pungkasnya.

spot_img

Simak Konten Lainnya :

Terbaru

Check out other tags:

spot_img
spot_imgspot_img
spot_imgspot_img

Berita Populer