Rabu, Oktober 7, 2026

Diduga Asisten Reza Arap, Wanita Inisial CD Diperiksa Bareskrim soal Pembelian Whip Pink

UncategorizedDiduga Asisten Reza Arap, Wanita Inisial CD Diperiksa Bareskrim soal Pembelian Whip Pink

JAKARTA, zonarilis.com — Kasus dugaan penyalahgunaan gas nitrous oxide (N2O) bermerek Whip Pink terus melebar. Bareskrim Polri kini memeriksa seorang wanita berinisial CD yang disebut telah mengonsumsi dan membeli produk tersebut dalam jumlah puluhan tabung.

Kasubdit III Dittipidnarkoba Bareskrim Polri Kombes Pol Zulkarnain Harahap mengungkapkan CD telah memenuhi panggilan penyidik dan memberikan sejumlah keterangan penting.

“CD sudah hadir dan mengakui telah membeli Whip Pink sebanyak 20 tabung dalam rentang akhir 2025 hingga awal 2026,” ujar Zulkarnain belum lama ini.

Menurut polisi, CD mengaku mendapatkan barang tersebut dengan cara yang cukup sederhana, hanya bermodal pencarian di internet.

“Ia mencari lewat Google dengan kata kunci ‘Whip Cream’, lalu terhubung dengan penjual melalui WhatsApp, mengisi form, dan melakukan pembayaran secara transfer,” jelasnya.

BACA JUGA :  Penolakan Gereja Kasih Anugerah di Palu Bertentangan dengan Pancasila dan Konstitusi

Barang kemudian dikirim langsung oleh kurir dalam waktu relatif cepat, sekitar satu jam setelah transaksi.

Nama YouTuber sekaligus musisi Reza Arap ikut terseret setelah warganet menemukan adanya tabung Whip Pink dalam salah satu siaran langsungnya. Momen tersebut viral saat sedang ramai pemberitaan kematian selebgram Lula Lahfah yang merupakan mantan pacarnya.

Selain itu sosok CD juga disebut-sebut memiliki kedekatan sebagai asisten Reza Arap, yang dikenal dengan nama Cynthia Dewi.

Tak hanya CD, penyidik juga memanggil sejumlah influencer berinisial ZNM, RV, dan APG untuk dimintai keterangan.

Namun tidak semuanya kooperatif.

“ZNM sudah dua kali dipanggil tetapi tidak hadir. Penyidik akan menerbitkan surat perintah membawa saksi,” kata pihak kepolisian.

BACA JUGA :  PDIP Setujui RUU Reforma Agraria: Negara Harus Berani Redistribusi Tanah ke Rakyat Kecil

Sementara RV dan APG juga belum memenuhi panggilan hingga saat ini.

Ketua Umum Patriot Anti Narkoba (Patron), Muannas Alaidid, mengapresiasi langkah tegas Bareskrim dalam penanganan kasus ini.

“Ini menunjukkan hukum berlaku sama bagi semua, termasuk figur publik dan influencer,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa pemanggilan saksi merupakan bagian penting dalam proses hukum.

“Ketidakhadiran tanpa alasan sah dapat menghambat proses penyidikan,” tambahnya. ***

spot_img

Simak Konten Lainnya :

Terbaru

Check out other tags:

spot_img
spot_imgspot_img
spot_imgspot_img

Berita Populer