Jakarta, Zonarilis.com – Forum Pemuda Peduli Jakarta (FPPJ) menyampaikan sikap tegas terkait dinamika kritik yang belakangan disampaikan oleh Tiyo di ruang publik. Ketua Umum FPPJ, **Endriansyah**, menegaskan bahwa kritik merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari proses demokrasi, namun harus dilakukan secara objektif, terarah, dan tidak menyerang individu secara personal.
Menurut Endriansyah, FPPJ menghormati setiap bentuk kritik yang bertujuan membangun serta mendorong perbaikan. Namun dirinya menilai pola kritik yang dilakukan Tiyo belakangan ini lebih banyak menampilkan drama dan narasi yang berpotensi menimbulkan kegaduhan dibandingkan memberikan solusi yang konstruktif.
“Dalam demokrasi, kritik adalah hal yang wajar dan bahkan diperlukan. Namun kritik harus disampaikan secara jelas, berbasis data, terarah pada substansi persoalan, serta tidak menyerang pribadi seseorang. Ketika kritik lebih banyak dibangun dengan drama dan narasi yang menggiring opini, maka publik berhak mempertanyakan tujuan sebenarnya,” tegas Endriansyah.
Endriansyah juga menyoroti munculnya dugaan bahwa sejumlah manuver yang dilakukan Tiyo seolah menunjukkan adanya kepentingan pihak-pihak tertentu yang berupaya memanfaatkan situasi untuk agenda di luar kepentingan publik.
“Kami melihat ada pola yang membuat masyarakat bertanya-tanya, apakah gerakan yang dilakukan benar-benar murni untuk kepentingan publik atau justru sedang ditunggangi oleh oknum tertentu yang memiliki kepentingan lain. Ini menjadi pertanyaan yang harus dijawab secara terbuka agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat,” lanjutnya.
FPPJ menegaskan bahwa ruang demokrasi harus diisi dengan adu gagasan, argumentasi, dan solusi, bukan dengan upaya membangun konflik personal atau menciptakan kegaduhan yang dapat memecah persatuan masyarakat.
Sebagai organisasi kepemudaan yang berkomitmen terhadap pembangunan Jakarta, FPPJ mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga kualitas demokrasi dengan mengedepankan etika, objektivitas, dan tanggung jawab dalam menyampaikan kritik.
“Kami mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga demokrasi yang sehat. Kritik boleh keras, tetapi harus tetap bermartabat. Jangan sampai kritik berubah menjadi alat untuk menyerang individu atau menjadi kendaraan bagi kepentingan kelompok tertentu,” tutup Endriansyah.(zr).










