Sebagai organisasi kepemudaan, Pemuda Hanura berkepentingan mengawal sistem pemilu yang lebih berkeadilan.
JAKARTA, Zonarilis.com — Ragam dinamika dan gagasan anak muda di panggung politik dinilai membutuhkan ruang yang lebih terbuka dan inklusif. Atas dasar itu, Pemuda Hanura mendorong agar ambang batas parlemen (parliamentary threshold) diturunkan menjadi 1 persen pada Pemilu 2029 mendatang.
Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat Pemuda Hanura, Yuliawan Thaher, menilai aturan ambang batas yang ada saat ini terlalu tinggi dan berisiko menyumbat aspirasi generasi muda yang tersalurkan di berbagai partai politik.
”Demokrasi yang sehat adalah demokrasi yang menghargai setiap suara rakyat, termasuk aspirasi anak muda. Penurunan parliamentary threshold menjadi 1 persen adalah langkah moderat agar representasi politik generasi muda bisa betul-betul diakomodasi di Senayan,” kata Yuliawan dalam keterangan resminya, Senin (19/10/2026).
Menurutnya, sebagai organisasi kepemudaan, Pemuda Hanura berkepentingan mengawal sistem pemilu yang lebih berkeadilan.
Ke depan, Pemuda Hanura akan menggalang konsolidasi dengan berbagai elemen gerakan pemuda, menggelar kajian akademis, serta diskusi publik untuk mengawal reformasi undang-undang pemilu demi demokrasi Indonesia yang lebih inklusif. (Zr).










