Keadaan itu, menurut Rudy berbanding terbalik dengan SDN Pekayon 05 yang lebih dulu di revitalisasi.
JAKARTA, Zonarilis.com – Gedung SDN Baru 05 Pagi, Kelurahan Baru, Pasar Rebo, Jakarta Timur sudah dibongkar dan hanya menyisakan lahan kosong semata. Sebelumnya, gedung SDN ini dibongkar karena kondisi gedung yang sangat memprihatinkan.
Rencananya, revitalisasi gedung sekolah ini ditargetkan oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di mulai September 2026. Namun, setelah proses perencanaannya berjalan sejak 2023, revitalisasi yang sudah disiapkan anggaran dananya senilai Rp 101 Milyar, ternyata belum juga dilaksanakan oleh Dinas.
Merespon kondisi sekolah tersebut, Ketua Umum Poros Rawamangun, Rudy Darmawanto SH mengaku heran dan prihatin terhadap kondisi tersebut. Ia menyesalkan, hingga kini 230 Siswa-siswi SDN Baru 05 Pasar Rebo itu harus belajar dengan menumpang di SDN 06 yang terletak di seberang gedung SDN Baru 05.
Keadaan itu, menurut Rudy berbanding terbalik dengan SDN Pekayon 05 yang lebih dulu di revitalisasi.
“Astaghfirullahalazim, kami melihat betapa sangat menyedihkan kondisinya, ini sangat ironis sekali dengan apa yang dinikmati oleh para siswa di SDN Pekayon 05 yang sudah lebih dahulu di revitalisasi oleh Pemprov DKI Jakarta,” ungkap Rudy Darmawanto dalam keterangan resmi yang diterima redaksi, Rabu (28/10/2026).
Padahal, menurut Rudy, kondisi kerusakan SDN Pekayon itu tidak begitu parah jika dibandingkan dengan SDN Baru 05 Pasar Rebo. Namun kenyataannya malah lebih dulu direvitalisasi oleh Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi DKI Jakarta. Ia menekankan, mestinya kondisi sekolah yang lebih parah, di dahulukan revitalisasinya, bukan malah dibiarkan mangkrak sampai sekarang.
“Dari situasi tersebut, kami mencium adanya ketidakberesan birokrasi di lingkungan Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta dalam menangani pembangunan Revitalisasi SDN Baru 05 Pasar Rebo, Jakarta Timur,” duga Rudy.
Mengapa demikian, menurut Rudy, pihaknya sudah mengamati keterlambatan dalam pembangunan revitalisasi ini, patut diduga ada unsur kesengajaan. Sebab anggaran dananya sudah ada dari APBD senilai Rp 101 Milyar. Lahan sudah ada, tapi kenyataannya sampai sekarang kondisi SDN Baru 05 Pasar Rebo Jakarta Timur tetap mangkrak. Belum ada pembangunan fisiknya. Bahkan siswa-siswinya masih menumpang di sekolah lain.
“Ya, dengan kondisi tersebut, kami ingatkan agar Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta jangan main-main dengan Dana Rp 101 milyar untuk revitalisasi Gedung SDN Baru 05 Pasar Rebo. Demi upaya mencerdaskan kehidupan anak didik, maka kami desak Komisi E DPRD DKI Jakarta segera panggil Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, jika tidak? Kami bakal laporkan ini ke aparat hukum,” tandas Rudy Darmawanto SH.
Target November 2026
Sementara itu, menanggapi mangkraknya revitalisasi gedung SDN Baru 05 Pasar Rebo, Kepala Unit Pengelola Prasarana dan Sarana Pendidikan Dinas Pendidikan (UPPSP Disdik) DKI Jakarta, Epharem Widjojo Sianturi mengatakan pembangunan rencananya dimulai pada November 2026.
“Terkait dengan pembangunan SDN Baru 05 tetap kami laksanakan, rencana awal bulan November 2026 sudah mulai pelaksanaan pembangunan,” kata Sianturi, Selasa (27/10/2026).
Disdik DKI menyebut gedung SDN Baru 05 Pagi sebelumnya dibongkar pada tahun 2024, dan Detail Engineering Design (DED) dokumen perencanaan teknis dibuat pada 2025. Menurut Disdik DKI tidak ada kendala dalam hal anggaran dalam proses revitalisasi pembangunan gedung SDN Baru 05 Pagi untuk menunjang kegiatan belajar siswa.
Hanya saja Disdik DKI Jakarta belum merinci anggaran yang digelontorkan untuk pembangunan gedung SDN Baru 05 Pagi, dan desain bangunan dalam pengerjaan.
“Kita lakukan pembangunan dengan skema multiyears 2026-2027. Anggaran sudah tersedia, dan pembangunan akan dimulai awal bulan November 2026,” tandas Sianturi seperti dikutip dari berbagai sumber pemberitaan. (Zr).










