JAKARTA, zonarilis.com – Kapal-kapal tanker pengangkut minyak mentah Iran dilaporkan mulai keluar dari zona blokade yang diberlakukan Amerika Serikat (AS) di kawasan Teluk. Informasi tersebut disampaikan perusahaan intelijen maritim TankerTrackers berdasarkan data pelacakan digital dan citra satelit.
TankerTrackers menyebutkan sedikitnya dua kapal tanker super jenis Very Large Crude Carrier (VLCC) milik National Iranian Tanker Company (NITC), yakni DIONA dan HERO2, telah meninggalkan wilayah blokade dengan membawa sekitar 3,8 juta barel minyak mentah Iran.
Perusahaan tersebut menandai pergerakan kapal itu sebagai ekspor minyak mentah pertama Iran dalam dua bulan terakhir, setelah sebelumnya lalu lintas maritim Iran terdampak blokade laut yang diberlakukan AS sejak April 2026.
Di sisi lain, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan negaranya masih membuka kemungkinan melanjutkan serangan terhadap Iran apabila Teheran tidak mematuhi ketentuan dalam memorandum perdamaian sementara yang telah disepakati kedua negara.
Pernyataan itu disampaikan Trump saat menghadiri KTT Kelompok Tujuh (G7) di Prancis. Ia menegaskan bahwa kesepakatan yang mencakup penghentian pertempuran dan pembukaan kembali Selat Hormuz belum bersifat final.
Menurut Trump, apabila Iran tidak menjalankan komitmennya, AS dapat kembali mengambil tindakan militer. Sementara itu, baik AS maupun Iran menyatakan memorandum tersebut akan memperpanjang masa gencatan senjata selama 60 hari guna memberikan ruang bagi perundingan menuju kesepakatan damai permanen.
Kesepakatan awal juga mencakup pencabutan blokade laut yang sebelumnya diberlakukan AS terhadap lalu lintas kapal yang masuk maupun keluar dari pelabuhan-pelabuhan Iran.
Hingga kini, kedua negara belum mengungkap rincian lengkap dari kesepakatan sementara tersebut. Rencananya, memorandum itu akan diformalkan dalam sebuah upacara di Swiss pada Jumat mendatang. ***










