JAKARTA, zonarilis.com – Dinamika penentuan tuan rumah Muktamar Nahdlatul Ulama ke-35 kembali mengemuka setelah beredar kabar adanya perubahan keputusan yang sebelumnya mengarah ke Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur.
Forum Musyawarah Nasional (Munas) dan Konferensi Besar (Konbes) NU 2026 di Pondok Pesantren Al Falah Ploso, Kediri, sebelumnya sempat menetapkan Lirboyo sebagai tuan rumah Muktamar NU 2026.
Namun keputusan tersebut disebut kemudian dikembalikan untuk dibahas ulang melalui mekanisme organisasi.
Sejumlah usulan lokasi lain juga kembali mencuat, mulai dari Cirebon, Surabaya, Nusa Tenggara Barat (NTB), hingga DKI Jakarta, yang sebelumnya turut masuk dalam daftar alternatif tuan rumah.
Informasi ini pun terkonfirmasi melalui pernyataan Rais Aam KH Miftachul Akhyar, yang menyampaikan langsung adanya proses pengembalian pembahasan ke mekanisme internal organisasi dari atas panggung, melalui rekaman video yang diterima zonarilis.
Dalam potongan video itu, ia menyampaikan bahwa sejumlah hal masih dalam tahap pembahasan dan perlu dikembalikan ke mekanisme resmi sebelum diputuskan secara final dalam konteks pembahasan tersebut.
“Tadi malam saya sampai jam 12… kemudian dikembalikan ke mekanisme,” demikian disampaikan KH Miftachul Akhyar.
Hingga saat ini, belum ada keputusan resmi final dari Pengurus Besar PBNU terkait lokasi Muktamar NU 2026. Proses pembahasan disebut masih berlangsung di internal organisasi.
Sejumlah pihak mengimbau agar seluruh elemen tetap menjaga suasana kondusif kendati dinamika dinamis menjelang pelaksanaan Muktamar NU yang dijadwalkan pada Agustus 2026 mendatang, di mana pun lokasi akhirnya ditetapkan. ***










