Rabu, Oktober 7, 2026

Gus Muwafiq Sebut, NU Harus Kembali Diteguhkan sebagai Jangkar Indonesia

NasionalDaerahGus Muwafiq Sebut, NU Harus Kembali Diteguhkan sebagai Jangkar Indonesia

JAKARTA, zonarilis.com – Pengasuh Pondok Pesantren Minggir, Sleman, KH Ahmad Muwafiq, menegaskan pentingnya peran Nahdlatul Ulama sebagai penopang kehidupan berbangsa dan bernegara. Menurutnya, NU selama ini berperan sebagai “jangkar” yang menjaga Indonesia tetap kokoh menghadapi berbagai dinamika sosial dan politik.

Pernyataan tersebut disampaikan Gus Muwafiq dalam Dialog Kebangsaan Kader NU yang digelar di Pondok Pesantren Minggir, Sleman, Yogyakarta, Sabtu (30/5). Kegiatan tersebut dihadiri kader NU dari sejumlah daerah di Pulau Jawa.

“NU adalah jangkarnya Indonesia. Jika Indonesia diibaratkan kapal, maka NU yang menjaga agar kapal itu tidak terombang-ambing oleh arus. Kalau diibaratkan bangunan, NU adalah pondasinya,” ujar Gus Muwafiq.

Ia menilai Muktamar ke-35 NU mendatang harus menjadi momentum konsolidasi organisasi dan forum untuk menyelesaikan berbagai persoalan internal yang berkembang di tubuh NU.

BACA JUGA :  Jazuli Juwaini: Kebijakan Batas Belanja Pegawai Jangan Sampai Korbankan Nasib Honorer dan Pembangunan Daerah

“Muktamar yang akan digelar nanti harus benar-benar menjadi forum pembenahan organisasi dengan segala masalahnya,” katanya.

Dalam dialog tersebut, Ketua Aliansi Santri Gus Dur, Muhammad Sholihin, turut menyampaikan pandangannya terkait pentingnya menjaga marwah organisasi. Ia menekankan perlunya keteladanan dalam kepemimpinan serta penguatan nilai-nilai demokrasi dan kemanusiaan yang selama ini menjadi ciri khas perjuangan NU.

Sementara itu, Ketua Forum Komunikasi Kyai Kampung Indonesia (FK3I), Muchamad Maftuch, mengungkapkan keresahan para kiai kampung terhadap berbagai dinamika yang terjadi di tingkat elite organisasi.

Menurutnya, para kiai yang setiap hari berinteraksi langsung dengan masyarakat kerap mendapat pertanyaan mengenai kondisi dan arah kepemimpinan organisasi.

“Sungguh, yang paling repot adanya kisruh di elit PBNU adalah para kiai kampung. Mereka yang setiap hari berhadapan dengan umat dan harus menjelaskan berbagai persoalan yang terjadi,” ujarnya.

BACA JUGA :  NU Bahas Larangan Rangkap Jabatan Pimpinan, Status Menteri Masih Dikaji

Selain itu, Maftuch juga mengusulkan agar persyaratan kepengurusan yang mensyaratkan sertifikat pendidikan kader ditinjau kembali.

Menurutnya, pengalaman panjang di lingkungan pesantren perlu menjadi salah satu pertimbangan utama dalam proses kaderisasi dan kepemimpinan organisasi.

Dialog Kebangsaan tersebut menjadi ruang diskusi bagi para kader dan tokoh NU untuk menyampaikan pandangan mengenai penguatan organisasi menjelang pelaksanaan Muktamar ke-35 NU.

spot_img

Simak Konten Lainnya :

Terbaru

Check out other tags:

spot_img
spot_imgspot_img
spot_imgspot_img

Berita Populer