Rabu, Oktober 7, 2026

Di Balik Pertemuan Tertutup Presiden Prabowo dengan 2.600 Rektor dan Dosen Se-Indonesia

NasionalDi Balik Pertemuan Tertutup Presiden Prabowo dengan 2.600 Rektor dan Dosen Se-Indonesia

​JAKARTA, zonarilis.com – Agenda ‘Sarasehan Kebangsaan: Strategi Kemandirian Ekonomi dan Kesejahteraan Indonesia’ yang digelar di JCC Senayan, Jakarta, Jumat (26/6/2026), menjadi sorotan publik. Presiden RI Prabowo Subianto mengumpulkan 2.600 rektor, dekan, dan dosen dari berbagai penjuru tanah air dalam sebuah pertemuan yang kemudian berlangsung secara tertutup.

​Meski sesi pembukaan sempat diikuti oleh jurnalis, Presiden Prabowo secara khusus meminta awak media untuk meninggalkan ruangan di tengah jalannya pidato. Langkah ini memicu spekulasi mengenai arah kebijakan strategis yang tengah dirumuskan pemerintah bersama kalangan akademisi. Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, yang memberikan keterangan pasca-acara, menegaskan bahwa pertemuan tersebut bertujuan untuk menyinergikan peran cendekiawan dengan agenda pembangunan nasional.

BACA JUGA :  Gelar Bazar Sembako Murah hingga Test Drive Motor Listrik, SAHARA Perkuat Kepedulian di Kalibata City

​Menurut Prasetyo, Presiden Prabowo menempatkan guru besar, profesor, dekan, dan civitas academica sebagai putra-putri terbaik bangsa. Dalam arahannya, Presiden berharap agar seluruh keilmuan, teknologi, dan inovasi yang dihasilkan dapat didarmabaktikan sepenuhnya untuk kepentingan bangsa, negara, dan kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia.

​Presiden Prabowo juga menekankan pentingnya kontribusi konkret dunia akademik dalam memecahkan masalah kebangsaan. Beliau mencontohkan sektor pertanian, di mana para peneliti didorong untuk terus menghasilkan benih unggul guna menjamin produktivitas pangan nasional yang melimpah. Selain itu, Presiden memberikan catatan kritis terkait kemandirian teknologi. Ia mempertanyakan posisi Indonesia yang telah mencapai usia 81 tahun kemerdekaan, namun dinilai belum memiliki kemandirian dalam memproduksi mobil maupun motor buatan dalam negeri.

BACA JUGA :  Bamsoet Hadiri HUT ke-8 Motor Besar Indonesia (MBI)

​Pertemuan ini menjadi penanda keinginan pemerintah untuk menjadikan kalangan akademisi sebagai mitra strategis. Presiden ingin memastikan bahwa riset dan inovasi yang lahir di perguruan tinggi tidak hanya menjadi dokumen, tetapi menjadi solusi praktis bagi kemandirian ekonomi. Langkah ini diprediksi menjadi bagian dari strategi besar pemerintah dalam memperkuat fondasi nasional dengan menempatkan intelektual sebagai ujung tombak inovasi. Publik kini menanti aksi nyata pasca-pertemuan tersebut, apakah sinergi ini akan membawa perubahan signifikan, khususnya dalam mencapai kemandirian teknologi yang menjadi perhatian utama Presiden Prabowo.(zr)

spot_img

Simak Konten Lainnya :

Terbaru

Check out other tags:

spot_img
spot_imgspot_img
spot_imgspot_img

Berita Populer