JAKARTA, zonarilis.com – Direktur Eksekutif Center for Budget Analysis (CBA), Uchok Sky Khadafi, memberikan peringatan keras kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Ia menilai penegak hukum harus berhenti mengandalkan “kegaduhan” di konferensi pers dan mulai fokus membuktikan perkara mafia Bea Cukai secara konkret di persidangan.
Uchok menegaskan, panggung utama pemberantasan korupsi adalah ruang sidang, bukan mikrofon di depan awak media.
Uchok menyoroti adanya kesenjangan antara narasi besar yang dibangun saat pengungkapan kasus dengan realitas pembuktian di pengadilan. Menurutnya, publik sudah terlalu lama disuguhi janji-janji akan terbongkarnya “jaringan mafia besar”, namun minim tindak lanjut yang berani.
”Dalam negara hukum, konferensi pers bukan ruang pembuktian. Saya orang anggaran, sudah puluhan tahun mengkritik uang negara. Ukuran keberhasilan itu sederhana: apa yang dibawa ke pengadilan, bukan apa yang diteriakkan ke kamera,” ujar Uchok kepada zonarilis.com, Minggu (28/6/2026).
Ia menambahkan, jika KPK memang memiliki bukti kuat, maka proses hukum harus dilakukan secara transparan tanpa pandang bulu. Jangan sampai KPK membiarkan masyarakat terus menebak-nebak sejauh mana kasus ini akan dibongkar.
Mengenai kompleksitas kasus impor yang diduga melibatkan banyak lembaga dan perusahaan forwarder, Uchok mendesak KPK untuk bekerja berdasarkan fakta hukum, bukan berdasarkan isu yang sedang viral.
”Kalau memang sistem impor melibatkan banyak kementerian dan banyak perizinan, maka bongkar semuanya. Jangan hanya mengikuti siapa yang paling ramai dibicarakan. Ikuti ke mana alat bukti mengarah,” tegasnya.
Uchok mengingatkan bahwa musuh terbesar pemberantasan korupsi saat ini adalah terkikisnya kepercayaan masyarakat. Oleh karena itu, ia meminta KPK untuk menjaga konsistensi komunikasi kepada publik.
”Keberanian sesungguhnya bukan terletak pada kerasnya pernyataan di media. Keberanian sesungguhnya adalah konsisten membawa setiap dugaan yang memiliki alat bukti yang cukup hingga memperoleh putusan pengadilan yang adil,” tutupnya.
CBA berharap, KPK dapat segera menunjukkan taringnya di ruang sidang, sehingga tidak ada lagi pihak yang merasa “aman” meski diduga terlibat dalam skandal mafia Bea Cukai yang merugikan keuangan negara.(zr).










