Rabu, Oktober 7, 2026

Membangun Karakter, Memperkuat Manajerial: Pelatihan Pembekalan Bela Negara

OpiniMembangun Karakter, Memperkuat Manajerial: Pelatihan Pembekalan Bela Negara

Opini

Oleh: M. Ilham Bagus, Ketua PC IPNU Kabupaten Brebes, (**)

Pembangunan bangsa pada hakikatnya tidak hanya bertumpu pada kekuatan sumber daya alam, tetapi juga pada kualitas sumber daya manusia. Bangsa yang besar adalah bangsa yang mampu melahirkan generasi yang memiliki integritas, kedisiplinan, kemampuan berpikir strategis, serta semangat mengabdi kepada masyarakat. Dalam konteks tersebut, penyelenggaraan Pelatihan Pembekalan Bela Negara yang dipadukan dengan penguatan kapasitas manajerial bagi pengelola Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) dapat dipandang sebagai salah satu upaya membentuk SDM yang lebih siap menghadapi tantangan pembangunan.

Sebagai Ketua PC IPNU Kabupaten Brebes, saya melihat bahwa pembangunan karakter tidak boleh dipisahkan dari pembangunan kompetensi. Kemampuan mengelola organisasi, koperasi, maupun institusi ekonomi desa membutuhkan perpaduan antara kecakapan teknis dan karakter kepemimpinan. Seseorang yang cerdas secara intelektual, tetapi lemah dalam disiplin dan integritas, akan kesulitan menjaga keberlanjutan organisasi yang dipimpinnya. Sebaliknya, karakter yang kuat tanpa kemampuan manajerial juga tidak cukup untuk menjawab tantangan zaman yang semakin kompleks.

Pelatihan Pembekalan Bela Negara bukan semata-mata dipahami sebagai latihan fisik atau pembinaan bergaya militer, melainkan sebagai sarana pembentukan sikap disiplin, tanggung jawab, kepemimpinan, kerja sama, dan kecintaan terhadap bangsa. Nilai-nilai tersebut sesungguhnya bersifat universal dan dibutuhkan dalam setiap bidang kehidupan, termasuk dalam pengelolaan koperasi sebagai pilar ekonomi kerakyatan.

Pandangan ini sejalan dengan pemikiran Ki Hajar Dewantara yang mengatakan: *”Pendidikan adalah tuntunan di dalam hidup tumbuhnya anak-anak; maksudnya pendidikan menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada mereka agar sebagai manusia dan sebagai anggota masyarakat dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya.”*

BACA JUGA :  Dari Nadiem ke Yaqut, Tameng Integritas yang Nyangkut...

Pemikiran tersebut mengajarkan bahwa pendidikan tidak hanya berorientasi pada pengetahuan, tetapi juga pembentukan watak. Dalam konteks Pelatihan Pembekalan Bela Negara, pembentukan karakter menjadi bagian dari proses pendidikan yang melengkapi penguatan kemampuan profesional.

Hal serupa juga disampaikan oleh John C. Maxwell yang menyatakan: *”A leader is one who knows the way, goes the way, and shows the way.”*

Seorang pemimpin bukan sekadar orang yang memiliki jabatan, tetapi mampu menjadi teladan dalam tindakan. Oleh karena itu, pembinaan kepemimpinan melalui kedisiplinan dan tanggung jawab menjadi investasi penting dalam mencetak pengelola koperasi yang mampu membawa perubahan positif di tengah masyarakat.

Dalam perspektif ekonomi, koperasi merupakan instrumen penting dalam mewujudkan pemerataan kesejahteraan. Mohammad Hatta pernah menegaskan: *”Koperasi bukan hanya badan usaha, tetapi merupakan usaha bersama yang berdasar atas asas kekeluargaan.”*

Pernyataan tersebut mengandung makna bahwa koperasi dibangun di atas nilai gotong royong, kepercayaan, dan tanggung jawab bersama. Nilai-nilai itu hanya akan tumbuh apabila para pengelolanya memiliki karakter yang kuat serta kemampuan manajerial yang baik.

Penguatan kompetensi manajerial bagi pengelola KDKMP dan KNMP menjadi langkah yang relevan di tengah tantangan ekonomi saat ini. Perubahan teknologi, digitalisasi, persaingan usaha, hingga dinamika pasar menuntut para pengelola koperasi memiliki kemampuan menyusun perencanaan, mengelola keuangan secara akuntabel, membangun jaringan usaha, melakukan inovasi, dan mengambil keputusan secara tepat.

BACA JUGA :  Shaping a Future at Peace: Saatnya Pers Menjadi Arsitek Perdamaian Dunia"

Di sisi lain, kemampuan tersebut harus diimbangi dengan integritas moral. Peter Drucker mengingatkan bahwa: *”Management is doing things right; leadership is doing the right things.”*

Artinya, seorang manajer harus mampu bekerja secara efektif sekaligus memastikan bahwa setiap keputusan yang diambil berada pada jalur yang benar secara etika maupun tujuan organisasi.

Sebagai organisasi pelajar yang lahir dari rahim Nahdlatul Ulama, IPNU sejak awal menanamkan nilai religiusitas, nasionalisme, kepemimpinan, dan pengabdian kepada masyarakat. Karena itu, semangat membangun karakter melalui pendidikan kedisiplinan memiliki irisan yang kuat dengan proses kaderisasi yang selama ini dijalankan di lingkungan IPNU. Perbedaannya hanya terletak pada metode, sedangkan orientasinya tetap sama, yakni mencetak generasi yang berakhlak, bertanggung jawab, serta mampu menjadi solusi bagi lingkungan sekitarnya.

Namun demikian, keberhasilan sebuah program tidak hanya ditentukan oleh tujuan yang baik, melainkan juga oleh proses pelaksanaannya. Setiap bentuk pelatihan harus mengedepankan prinsip profesionalisme, keselamatan peserta, penghormatan terhadap hak asasi manusia, serta evaluasi yang berkelanjutan. Dengan demikian, tujuan pembentukan karakter dapat dicapai tanpa mengabaikan aspek kemanusiaan dan kualitas penyelenggaraan.

Pada akhirnya, Indonesia membutuhkan lebih banyak pemimpin muda yang tidak hanya memiliki kecerdasan akademik, tetapi juga tangguh secara mental, disiplin dalam bekerja, jujur dalam mengemban amanah, serta mampu mengelola organisasi secara profesional. Program penguatan karakter melalui Pelatihan Pembekalan Bela Negara yang dipadukan dengan pendidikan manajerial KDKMP–KNMP dapat menjadi salah satu ikhtiar menuju tujuan tersebut apabila dilaksanakan secara terukur, humanis, akuntabel, dan berorientasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia.

BACA JUGA :  Membaca Awal Peta Muktamar NU 2026

Sebagai Ketua PC IPNU Kabupaten Brebes, saya meyakini bahwa investasi terbesar bangsa ini bukan hanya pada pembangunan infrastruktur, melainkan pada pembangunan manusia. Ketika karakter yang kuat dipadukan dengan kompetensi yang mumpuni, maka akan lahir generasi pemimpin yang mampu menjaga amanah, mengembangkan ekonomi kerakyatan, dan mengantarkan Indonesia menuju masa depan yang lebih maju, mandiri, serta berkeadilan. Karena pada akhirnya, kemajuan bangsa tidak hanya ditentukan oleh seberapa besar sumber daya yang dimiliki, tetapi oleh seberapa berkualitas manusia yang mengelolanya.(Rz)

Judul Asli,  “Membangun Karakter, Memperkuat Manajerial: Pelatihan Pembekalan Bela Negara dan KDKMP–KNMP sebagai Ikhtiar Mewujudkan SDM Unggul Indonesia“

#IPNU (Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama) #Nahdlatululama

spot_img

Simak Konten Lainnya :

Terbaru

Check out other tags:

spot_img
spot_imgspot_img
spot_imgspot_img

Berita Populer