JAKARTA, Zonarilis.com – Gelombang dukungan terhadap langkah pemberantasan korupsi oleh Polri terus mengalir. Kali ini, Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) mendesak Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortas Tipikor) Polri dan Polda Metro Jaya agar tidak ragu menuntaskan kasus dugaan korupsi yang tengah disidik, meskipun menyeret pihak-pihak berkuasa.
Koordinator Pusat BEM SI, Muzammil Ihsan, menegaskan bahwa keberanian aparat penegak hukum dalam melakukan penggeledahan harus didukung penuh sebagai wujud nyata penegakan hukum yang transparan.
BEM SI menyoroti potensi adanya hambatan dalam proses penyidikan. Muzammil menekankan bahwa penegakan hukum tidak boleh hanya menyentuh “kaki tangan” di lapangan. Aktor intelektual dan pihak-pihak yang menikmati keuntungan dari tindak pidana korupsi wajib diseret ke meja hijau.
“Pemberantasan korupsi harus dilakukan tanpa pandang bulu. Integritas penegakan hukum sedang dipertaruhkan di sini. Kami menuntut agar Polri berani menyentuh siapa pun, tanpa melihat jabatan, latar belakang kekuasaan, maupun afiliasi tertentu. Jangan biarkan kasus ini masuk angin atau berhenti di tengah jalan,” tegas Muzammil, Kamis (9/7/2026).
Terkait dinamika pengamanan di kediaman Jampidsus, BEM SI memberikan catatan khusus. Menurut Muzammil, meskipun pengamanan adalah bagian dari prosedur institusional, pihak-pihak terkait harus mampu menjaga netralitas agar tidak menimbulkan interpretasi negatif di masyarakat.
BEM SI secara tegas mengingatkan seluruh institusi negara untuk memegang teguh prinsip supremasi sipil. Menurutnya, tindakan yang menghambat proses penyidikan hanya akan melukai rasa keadilan publik dan mencederai independensi penegak hukum.
“Kami menghormati otoritas setiap lembaga, namun dalam urusan korupsi, semua harus tunduk pada hukum. Jangan sampai ada tindakan yang ditafsirkan sebagai bentuk intervensi. Berikan ruang seluas-luasnya bagi penyidik untuk bekerja secara profesional dan independen,” tandasnya.
BEM SI menegaskan akan terus memantau setiap perkembangan kasus ini. Bagi kalangan mahasiswa, momentum pengungkapan ini merupakan ujian besar bagi komitmen negara dalam mereduksi praktik korupsi yang selama ini merampas hak-hak rakyat.
“Korupsi adalah musuh bersama. BEM SI berkomitmen penuh untuk mengawal kasus ini sampai tuntas. Kami menolak segala bentuk perlakuan istimewa bagi tersangka korupsi. Jika ada intervensi, kami pastikan mahasiswa akan turun tangan sebagai kontrol sosial,” tutup Muzammil.(zr).










