Rabu, Oktober 7, 2026

Beredar Video Klarifikasi Azran, Tegaskan Posisi di Tengah Kabar Dualisme FORKABI

NasionalDaerahBeredar Video Klarifikasi Azran, Tegaskan Posisi di Tengah Kabar Dualisme FORKABI

JAKARTA, zonarilis.com — Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) dari Provinsi DKI Jakarta, Achmad Azran menegaskan dirinya tidak pernah mencalonkan diri sebagai Ketua Umum Forum Komunikasi Anak Betawi (FORKABI). Ia menyebut keterlibatannya dalam proses organisasi tersebut merupakan hasil dorongan sejumlah tokoh Betawi.

Pernyataan itu disampaikan Azran melalui sebuah video dengan judul bukan mencalonkan tapi ingin mempersatukan, yang beredar di media sosial.

Video itu viral melalui akun tiktok dan Facebook di tengah mencuatnya isu dualisme kepemimpinan FORKABI usai Musyawarah Besar (Mubes) di Depok. Di mana Dalam forum tersebut, Azran disebut sebagai salah satu pihak yang dikukuhkan sebagai ketua umum periode 2026–2031.

“Bukan saya mencalonkan. Kalau saya mencalonkan, berarti saya punya ambisi,” ujar Azran dalam video yang dikutip, Rabu (10/6/2026).

BACA JUGA :  Perkuat Ekonomi Kerakyatan, Anggota DPRD DKI Farah Savira Pastikan Bazar Jakpreneur Pancoran Berdampak Jangka Panjang

Ia menegaskan, proses keterlibatannya dalam organisasi tidak dilatarbelakangi kepentingan pribadi, melainkan karena diminta sejumlah tokoh Betawi yang telah lama dikenalnya. Menurutnya, komunikasi dengan para tokoh tersebut telah berlangsung sekitar empat bulan sebelum Mubes digelar.

“Saya ini dicalonkan, bukan saya mencalonkan. Saya didatangi tokoh-tokoh yang saya kenal,” kata dia.

Azran juga menyebut dirinya telah aktif di FORKABI sejak 2002 dan pernah menduduki sejumlah posisi struktural di tingkat ranting hingga kecamatan. Ia menambahkan pernah terlibat dalam kegiatan kebudayaan organisasi, termasuk penciptaan sebuah hymne yang disebut kerap dinyanyikan dalam kegiatan internal FORKABI.

Selain itu, Azran menyinggung dinamika internal organisasi yang menurutnya perlu dikelola agar tidak menimbulkan perpecahan. Ia juga menyatakan tetap mendukung berbagai organisasi masyarakat Betawi, meski tidak selalu tampil secara terbuka.

BACA JUGA :  'Ukuran Keberhasilan Pengelolaan APBD Bukanlah Besarnya Anggaran Dibelanjakan, tapi Seberapa Besar Manfaat Dirasakan Rakyat'

“Mau itu Warbeci, Betawi Rempug, atau FORKABI kita dukung,” ujarnya.

Azran juga mengungkapkan dirinya pernah mendapat nasihat dari Mayjen (Purn) Nachrowi Ramli yang juga pernah menjabat Ketua Umum FORKABI, terkait strategi komunikasi politik dan sosial, termasuk pentingnya membangun kedekatan dengan berbagai kelompok masyarakat di luar komunitas Betawi.

Seperti dikabarkan sebelumnya, dinamika kepemimpinan FORKABI ini mencuat setelah Musyawarah Besar (Mubes) VI yang digelar di Depok pada 23 Mei 2026 menetapkan Achmad Azran sebagai Ketua Umum periode 2026–2031 melalui sidang forum yang dipimpin Tahyudin Aditya.

Di sisi lain, kubu lain yang dipimpin Abdul Ghoni menyatakan tidak mengakui hasil Mubes tersebut. Ia menilai forum di Depok tidak sesuai dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) organisasi.

BACA JUGA :  Korban Kebakaran Kemayoran Harus Dapat Perlindungan dan Kemudahan Pengurusan Dokumen

Sebagai respons atas situasi tersebut, pihak lain dalam organisasi juga menggelar Mubes lanjutan pada 6 Juni 2026 yang dihadiri sejumlah tokoh Betawi serta perwakilan organisasi kedaerahan dan unsur pemerintah daerah.

Mubes tersebut dikabarkan, kembali mengamanahkan Haji Abdul Ghoni sebagai ketua umum atau sebagai Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) FORKABI untuk periode 2026-2031. ***

 

spot_img

Simak Konten Lainnya :

Terbaru

Check out other tags:

spot_img
spot_imgspot_img
spot_imgspot_img

Berita Populer