Rabu, Oktober 7, 2026

Bentrokan Maut Menteng Meletus Gara-Gara Sepele, BAJA Foundation Desak Pemkot Jakpus Segera Turun Gunung

NasionalDaerahBentrokan Maut Menteng Meletus Gara-Gara Sepele, BAJA Foundation Desak Pemkot Jakpus Segera Turun Gunung

​JAKARTA, Zonarilis.com — Tragedi berdarah yang pecah di kawasan Matraman Dalam hingga Jalan Tambak, Kelurahan Pegangsaan, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat, menyisakan duka mendalam sekaligus alarm keras bagi keamanan sosial ibu kota. Bermula dari teguran warga terhadap pengendara motor yang menggeber kendaraannya secara ugal-ugalan di depan pedagang nasi uduk, perselisihan kecil itu justru berujung pada perusakan gerobak hingga bentrokan massal yang merenggut satu nyawa dan melukai dua warga lainnya.

​Menanggapi insiden tersebut, Barisan Jakarta (BAJA) Foundation melayangkan apresiasi kepada Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, yang bergerak cepat menginstruksikan jajaran Pemprov DKI untuk berkoordinasi dengan aparat penegak hukum dan para tokoh masyarakat guna meredam eskalasi konflik. Kendati demikian, Ketua Umum BAJA Foundation, R. Lintang Fisutama, menegaskan bahwa warga kini menantikan langkah konkret dari Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Pusat sebagai garda terdepan di wilayah.

BACA JUGA :  Tinjau Bedah Rumah di Bungaejaya Gowa, Hamka B. Kady: 26 Juta Warga Masih Butuh Hunian Layak

​”Kami mengapresiasi respons cepat Pak Gubernur Pramono Anung yang langsung memberikan arahan kepada seluruh jajarannya. Namun di sisi lain, masyarakat juga berharap melihat kepemimpinan Wali Kota Jakarta Pusat hadir langsung di tengah warga yang sedang berduka dan membutuhkan kepastian rasa aman,” ujar Lintang di Jakarta, Selasa (28/7).

​Dalam pandangan BAJA Foundation, penanganan insiden ini patut diacungi jempol berkat kesigapan Polres Metro Jakarta Pusat di bawah pimpinan Kombes Pol. Reynold Elisa Partomuan Hutagalung bersama Kodim 0501/Jakarta Pusat di bawah komando Letkol Inf. Harry Ismail. Patroli gabungan dan pengamanan ketat yang dilakukan terbukti mampu melokalisir wilayah konflik agar tidak meluas.

​Meski situasi keamanan telah dikendalikan aparat, BAJA Foundation menekankan bahwa pemulihan sosial (social healing) tidak boleh diabaikan begitu saja oleh pemerintah wilayah setempat. Organisasi ini mendesak Wali Kota Jakarta Pusat untuk segera memimpin rapat koordinasi lintas sektoral yang melibatkan camat, lurah, pengurus RT/RW, hingga tokoh agama, tokoh pemuda, dan tokoh masyarakat guna merumuskan strategi pencegahan jangka panjang.

BACA JUGA :  Akhirnya Pemprov DKI dan Danantara Percepat Pembangunan PSEL di Jakarta

​Lebih lanjut, Pemkot Jakpus didesak untuk memberikan perhatian serius kepada keluarga korban yang ditinggalkan, mendata warga terdampak, serta menyalurkan bantuan bagi pelaku UMKM yang lapak atau gerobaknya hancur menjadi korban amuk massa.

​”Arahan dari Pak Gubernur sudah jelas. Sekarang masyarakat menunggu implementasinya di lapangan. Pemerintah Kota Jakarta Pusat harus hadir secara nyata dalam membangun kembali rasa aman dan kepercayaan publik,” tegas Lintang.

​Menutup pernyataannya, BAJA Foundation mengimbau seluruh elemen masyarakat, khususnya warga Jakarta, untuk tetap tenang, tidak mudah terpancing provokasi, serta menahan diri dari menyebarkan informasi atau narasi yang belum terverifikasi di media sosial. Pihaknya juga meminta agar proses hukum sepenuhnya dipercayakan kepada pihak kepolisian.

BACA JUGA :  PPMJ Pertanyakan Transparansi Harta Wali Kota Jakarta Pusat Arifin, Dorong Penguatan Akuntabilitas Pejabat Publik

​”Keselamatan warga adalah prioritas utama. Tragedi ini harus menjadi evaluasi bersama agar tidak ada lagi konflik horizontal yang berujung pada hilangnya nyawa. Pemerintah, aparat, dan seluruh warga harus bersatu menjaga Jakarta tetap damai dan kondusif,” tutupnya.(zr).

spot_img

Simak Konten Lainnya :

Terbaru

Check out other tags:

spot_img
spot_imgspot_img
spot_imgspot_img

Berita Populer