Rabu, Oktober 7, 2026

Gunung Lewotobi Laki-Laki Meletus, Bandara di Flores Ditutup Sementara

NasionalDaerahGunung Lewotobi Laki-Laki Meletus, Bandara di Flores Ditutup Sementara

FLORES, NTT – Akibat sebaran abu vulkanik letusan Gunung Lewotobi Laki-Laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Kamis (23/4/2026) yang menyebar parah di jalur penerbangan dan ruang udara bandara Bandara Frans Seda Maumere, pemerintah setempat terpaksa menutup bandara untuk sementara.

Penutupan bandara dilakukan setelah abu vulkanik terdeteksi menyebar di ruang udara hingga landasan pacu. Kondisi tersebut dinilai berisiko tinggi bagi operasional pesawat yang keluar masuk wilayah tersebut. Kebijakan ini merujuk pada Notam Nomor C0487/26 NOTAMN.

Penutupan dilakukan karena abu vulkanik masih berada di wilayah udara Kabupaten Sikka. Dalam keterangannya disebutkan bandara Frans Seda ditutup karena dampak erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki sampai dengan 24 April 2026 pukul 06.00 WITA.

BACA JUGA :  Golkar Gelar Santunan Yatim, Ashraf Ali: Kita Jadikan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah sebagai Momentum Perkuat Ukhuwah...

Dampak Penutupan

Dampak dari penutupan Bandara Frans Seda Maumere dirasakan langsung oleh calon penumpang.

Data pengelola bandara mencatat sedikitnya 122 penumpang terdampak akibat pembatalan jadwal penerbangan. Sejumlah rute penerbangan pun terpaksa dihentikan sementara. Empat rute yang terdampak di antaranya IW1941 (Maumere-Makassar), IW1940 (Makassar-Maumere), IW1829 (Kupang-Maumere), dan IW1828 (Maumere-Kupang).

Kondisi ini membuat aktivitas transportasi udara di wilayah tersebut lumpuh total. Penumpang diimbau untuk terus memantau informasi terbaru dari maskapai terkait jadwal penerbangan.

iNews.id melaporkan, Petugas BMKG Maumere Fazaki Samana menjelaskan, berdasarkan laporan Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Lewotobi Laki-Laki, erupsi terjadi pada Kamis pagi pukul 07.21 WITA. Gunung dengan ketinggian 1.584 meter di atas permukaan laut itu memuntahkan kolom abu setinggi 1.800 meter di atas puncak.

BACA JUGA :  Proyek Podcast DPRD Jatim Disorot: Anggaran Susut Tapi Biaya Per Episode Malah Membengkak!

Kolom abu terpantau berwarna kelabu dengan intensitas tebal yang mengarah ke barat daya. Aktivitas erupsi juga terekam melalui alat seismograf dengan amplitudo maksimum 22,2 mm dan durasi 103 detik.

“Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah barat daya. Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22,2 mm dan durasi 103 detik,” ujar dia.

Seiring dengan meningkatnya aktivitas vulkanik, warga di sekitar wilayah terdampak diminta untuk meningkatkan kewaspadaan karena abu vulkanik yang menyebar di udara berpotensi mengganggu kesehatan. Masyarakat diimbau menggunakan masker guna mengantisipasi dampak abu vulkanik. (**)

spot_img

Simak Konten Lainnya :

Terbaru

Check out other tags:

spot_img
spot_imgspot_img
spot_imgspot_img

Berita Populer