Rabu, Oktober 7, 2026

Sharmila Yahya: Penggunaan Motor Listrik Mampu Tekan Biaya Logistik UMKM hingga 70 Persen

Oto-teknoSharmila Yahya: Penggunaan Motor Listrik Mampu Tekan Biaya Logistik UMKM hingga 70 Persen

​BEKASI- Pengembangan kendaraan listrik di Indonesia terus didorong sebagai bagian dari upaya mewujudkan sistem transportasi yang lebih efisien dan ramah lingkungan. Dukungan terhadap ekosistem ini dinilai mampu memberikan manfaat nyata bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang memiliki tingkat mobilitas serta kebutuhan logistik yang tinggi.

​Komitmen tersebut ditunjukkan oleh Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Pengembangan Potensi Kolaborasi dan Pendanaan, Ir. Sharmila Yahya, M.Si saat melakukan kunjungan langsung ke salah satu pabrik produsen motor listrik. Kunjungan ini dilakukan untuk memantau perkembangan industri kendaraan listrik nasional sekaligus mendorong kolaborasi antara dunia usaha, UMKM, dan industri.

​Menurut Sharmila Yahya yang juga Wakil Ketua Umum DEKOPIN ini, pelibatan dunia usaha dan UMKM merupakan kunci agar kebijakan transisi energi ini memberikan dampak ekonomi yang luas.

BACA JUGA :  Jazuli Dorong Akses Pelajar Berprestasi MA Melanjutkan Pendidikan di Unhan

​“Keterlibatan dunia usaha dan UMKM menjadi salah satu kunci agar kebijakan kendaraan listrik dapat memberikan dampak ekonomi yang lebih luas,” ujar Sharmila yang juga Founder SAHARA pada Kamis, 20 Agustus 2026.

Sharmila Yahya mencoba kendaraan Listrik

​Bagi pelaku UMKM, sektor kendaraan memegang peranan vital dalam aktivitas operasional, mulai dari distribusi barang, pengantaran produk, hingga logistik. Penggunaan motor listrik dinilai menawarkan efisiensi biaya energi dan perawatan yang jauh lebih murah dibandingkan kendaraan konvensional.

​Sharmila menambahkan bahwa pemanfaatan kendaraan listrik ini diproyeksikan mampu memberikan penghematan signifikan bagi pelaku usaha kecil.

​“Penggunaan motor listrik diperkirakan dapat membantu menghemat biaya logistik dan transportasi UMKM hingga sekitar 70%, tergantung pada pola penggunaan serta biaya operasional masing-masing usaha,” jelas Sharmila Ketua Umum INKOWAPI.

BACA JUGA :  Eks Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto Respons Aksi Penolakan: "Saya Tidak Pernah Bawa Nama Institusi"

​Efisiensi tersebut dinilai sangat penting untuk menjaga daya saing biaya produksi dan distribusi UMKM di tengah berbagai tantangan bisnis. Selain itu, transisi ini juga membuka peluang baru bagi industri dalam negeri. Oleh karena itu, sinergi yang kuat antara pemerintah, Kadin, industri, koperasi, dan UMKM sangat diperlukan agar transformasi teknologi ini turut menciptakan peluang ekonomi baru.(RZ)

spot_img

Simak Konten Lainnya :

Terbaru

Check out other tags:

spot_img
spot_imgspot_img
spot_imgspot_img

Berita Populer