Jakarta, Zonarilis.com — Langkah Menteri Kesehatan Republik Indonesia (Menkes) Budi Gunadi Sadikin (BGS) yang resmi masuk dalam bursa pencalonan sebagai Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menarik perhatian global maupun domestik. Pencalonan ini dinilai sebagai langkah strategis yang tidak konvensional, mengingat latar belakang kepemimpinan BGS yang kuat di sektor perbankan dan korporasi sebelum mengarungi masa-masa krusial penanganan pandemi COVID-19 di tanah air.
Meskipun berbeda dari tradisi umum kepemimpinan badan kesehatan dunia yang kerap diisi oleh figur berlatar belakang medis murni, keahlian mendalam BGS di bidang keuangan dan manajemen anggaran justru dipandang sebagai aset esensial. Terlebih, WHO saat ini tengah menghadapi tantangan finansial global serta penyesuaian anggaran yang signifikan.
Menanggapi sorotan publik yang kian masif terkait pencalonan ini, redaksi Zonarilis.com turut menyampaikan pandangannya mengenai signifikansi langkah tersebut bagi posisi tawar Indonesia di kancah internasional.
”Masuknya Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin ke dalam bursa pencalonan Dirjen WHO membuktikan bahwa rekam jejak kepemimpinan Indonesia dalam mengelola krisis kesehatan global kini mendapat pengakuan dunia. Terlepas dari latar belakang non-medisnya, keahlian manajerial dan finansial yang dimiliki BGS justru menjadi solusi strategis yang sangat dibutuhkan WHO dalam menghadapi tantangan restrukturisasi anggaran dan reformasi birokrasi kesehatan global ke depan,” tulis redaksi Zonarilis.com dalam catatan persnya.
Selain sorotan media, dukungan moral turut mengalir dari berbagai tokoh penting di tanah air. Direktur Kepesertaan BPJS Kesehatan, Akmal Budi Yulianto, menyampaikan tanggapan positif sekaligus doa restu atas langkah besar yang diambil oleh Menteri Kesehatan RI tersebut.
”Saya mendukung pemberitaan yang ada, dan mendoakan semoga langkah Pak Menteri BGS ke WHO diberi jalan yg baik, apabila niatnya baik, dan paska terpilihnya bermanfaat untuk banyak orang di dunia,” ujar Akmal Budi Yulianto saat dimintai tanggapannya oleh redaksi pada Senin (24/08/26).
Dukungan dan apresiasi luas ini mencerminkan harapan besar agar kepemimpinan yang transparan dan akuntabel dapat dibawa ke panggung global.
Pencalonan ini menempatkan Budi Sadikin sebagai kandidat keempat dalam bursa pemilihan pemimpin puncak WHO. Ia bersaing dengan sejumlah tokoh kesehatan global lainnya, seperti Dr. Hans Kluge (Direktur Regional WHO untuk Eropa), Dr. Hanan Balkhy (Direktur Regional WHO untuk Eastern Mediterranean), serta Dr. Hanan Mohammed Al-Kuwari (Mantan Menteri Kesehatan Publik Qatar).
Rangkaian pemilihan Direktur Jenderal WHO yang baru dijadwalkan akan berlangsung secara resmi di Jenewa pada Mei 2027 mendatang, guna menentukan penerus kepemimpinan Dr. Tedros Adhanom Ghebreyesus. Informasi lebih lanjut mengenai dinamika pencalonan ini dapat disimak melalui Health Policy Watch.(zr).










