Rabu, Oktober 7, 2026

BPJS Kesehatan Diskusi Dorong Muhammadiyah Jakarta Pelopori Cegah dan Lawan Diabetes Melitus

Gaya HidupKesehatanBPJS Kesehatan Diskusi Dorong Muhammadiyah Jakarta Pelopori Cegah dan Lawan Diabetes Melitus

​JAKARTA, Zonarilis.com – Diabetes melitus sering tumbuh dalam diam. Ia tidak selalu datang dengan rasa sakit, tetapi perlahan mengubah kualitas hidup ketika terlambat dikenali. Karena itu, menjaga kesehatan bukan hanya soal mengobati penyakit, melainkan soal membangun kesadaran sebelum tubuh memberi peringatan dini.

​Pesan tersebut mengemuka dalam Seminar “Diabetes Melitus: Edukasi, Kesadaran dan Aksi Nyata” yang diselenggarakan oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Jakarta Barat pada Sabtu, 8 Agustus 2026, bertempat di Perguruan Muhammadiyah Tomang, Jakarta Barat.

​Kegiatan ini merupakan rangkaian perayaan Milad Ke-114 Muhammadiyah Jakarta Barat. Selain pemaparan materi kesehatan, acara juga dimeriahkan dengan bakti sosial berupa pelayanan kesehatan gratis yang meliputi pemeriksaan gula darah, tekanan darah, pemeriksaan mata dan gigi, konsultasi medis, serta pemberian obat bagi masyarakat umum.

​Acara strategis ini dihadiri oleh jajaran pejabat penting, di antaranya Sekretaris Kota Jakarta Barat Imron Syahrin (mewakili Wali Kota Jakarta Barat), Supriadi Karsim (mewakili Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah DKI Jakarta), Ketua PDM Jakarta Barat Dr. Ir. H. Narmodo, M.Ag., Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Jakarta Barat Abdurrahman Anwar, serta Camat Grogol Petamburan Raditian Ramajaya.

BACA JUGA :  BPJS Kesehatan Raih Penghargaan Marketing Champion 2026 di Hari Pelanggan Nasional  

​Dalam sambutannya, Imron Syahrin menegaskan bahwa kesehatan merupakan pilar utama dalam keberhasilan pembangunan manusia secara utuh. Pembangunan tidak hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi dan infrastruktur fisik, tetapi juga dari derajat kesehatan masyarakatnya. Masyarakat yang sehat dinilai lebih produktif dan memiliki daya saing tinggi dalam berpartisipasi pada kehidupan sosial. Oleh karena itu, investasi pada kesehatan harus dimulai jauh sebelum penyakit muncul melalui perluasan edukasi dan pemeriksaan dini.

​Apresiasi tinggi disampaikan oleh Supriadi Karsim kepada PDM Jakarta Barat yang konsisten menjadikan momentum Milad Muhammadiyah sebagai ruang pengabdian sosial. Menurutnya, perayaan hari lahir tidak boleh sekadar menjadi agenda seremonial, melainkan momentum untuk menghadirkan solusi konkret bagi masyarakat. Kolaborasi aktif dengan pemerintah dan fasilitas kesehatan setempat menjadikan program ini wujud nyata dakwah sosial Muhammadiyah di bidang kesehatan.

​Ketua PDM Jakarta Barat, Dr. Ir. H. Narmodo, M.Ag., mengingatkan pentingnya mengaplikasikan prinsip halalan thayyiban dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, makanan yang dikonsumsi tidak cukup hanya berstatus halal, tetapi juga harus baik dan menyehatkan tubuh. Tubuh manusia memang membutuhkan glukosa sebagai sumber energi, namun bukan dari asupan gula tambahan yang berlebihan. Sumber gula tersembunyi banyak ditemukan pada minuman manis kekinian, makanan olahan, serta camilan kemasan. Akar masalahnya terletak pada jumlah dan kebiasaan konsumsi harian yang tidak terkontrol, sehingga memicu lonjakan risiko diabetes.

BACA JUGA :  Indonesia Harus Jadi Kekuatan Penyeimbang di Tengah Persaingan Global

​Praktisi kesehatan Hermawan Saputra menyoroti dampak buruk dari gaya hidup modern yang cenderung minim aktivitas fisik. Kebiasaan duduk dalam waktu lama, ketergantungan berlebihan pada kendaraan bermotor, serta rendahnya frekuensi bergerak menjadi pemicu utama sindrom metabolik. Aktivitas fisik tidak selalu harus berat, di mana kebiasaan sederhana seperti rutin berjalan kaki atau memilih naik tangga sudah memberikan dampak positif yang luar biasa bagi metabolisme tubuh.

​Sementara itu, dr. Auditya Widyasari memaparkan tiga langkah esensial dalam tata laksana penanganan diabetes: kenali melalui deteksi dini karena diabetes sering kali berkembang tanpa gejala yang jelas, pahami sumber penyakit dan cara pengelolaannya secara komprehensif, serta obati yang tidak hanya bertumpu pada konsumsi obat-obatan medis melainkan wajib diiringi dengan modifikasi gaya hidup sehat dan pemantauan kadar gula darah secara rutin.

BACA JUGA :  Viral Nasabah Menangis Barang Raib di SDB, Center for Budget Analysis Desak Investigasi OJK

​Sesi diskusi turut diperkuat oleh pemaparan dari Akmal Budi Yulianto yang menggarisbawahi fungsi strategis program BPJS Kesehatan sebagai wujud nyata nilai ta’awun atau saling menolong di tengah masyarakat. Sistem gotong royong ini mencerminkan solidaritas sosial yang kuat antara peserta yang sedang sehat dan mereka yang membutuhkan perawatan medis.

​Rangkaian kegiatan Milad Ke-114 Muhammadiyah Jakarta Barat ini sukses membuktikan bahwa edukasi dan aksi nyata dapat berjalan berdampingan. Edukasi membangun pengetahuan, kesadaran memicu perubahan mental, dan aksi nyata terlihat dari perbaikan gaya hidup masyarakat sehari-hari. Masa depan kesehatan bangsa pada akhirnya ditentukan oleh keputusan-keputusan kecil yang diambil setiap hari—mulai dari pilihan menu makanan, tingkat aktivitas fisik, kedisiplinan pemeriksaan kesehatan, hingga kepedulian terhadap kondisi tubuh sendiri.(zr).

spot_img

Simak Konten Lainnya :

Terbaru

Check out other tags:

spot_img
spot_imgspot_img
spot_imgspot_img

Berita Populer