JAKARTA, zonarilis.com – Direktur Eksekutif Center for Budget Analisis (CBA), Uchok Sky Khadafi, menyoroti dinamika internal Partai Amanat Nasional (PAN) terkait posisi Zulkifli Hasan (Zulhas) sebagai Ketua Umum periode 2024–2029.
Uchok menilai posisi Zulhas saat ini masih sangat dominan dan sulit digoyahkan oleh kekuatan eksternal. Ia menganalogikan kedudukan Zulhas layaknya pohon tua dengan akar yang mencengkeram kuat ke tanah, sehingga aman dari intervensi pihak luar.
”Jika dilihat dari luar partai, tidak ada kekuatan yang mampu menggoyahkan jabatan Ketua Umum PAN saat ini. Posisi Zulhas sangat solid,” ujar Uchok dalam keterangannya, Sabtu (27/6/2026).
Meski posisi Zulhas tampak kokoh, Uchok mengingatkan bahwa ancaman terbesar justru berpotensi datang dari internal partai sendiri. Menurutnya, suksesi kepemimpinan di partai sering kali ditentukan oleh manuver di ruang rapat internal, bukan tekanan dari luar.
”Ada pepatah lama, dinding paling kokoh sering kali keropos dari dalam. Jika ingin merebut takhta, jangan mencari musuh di luar, cukup amati dinamika di ruang rapat sendiri,” tambahnya.
Dalam analisisnya, Uchok menyebut nama Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, sebagai sosok kader yang memiliki potensi besar untuk menantang posisi ketua umum. Saat ini, Trenggono menjabat sebagai Wakil Ketua Umum DPP PAN sekaligus Ketua DPW PAN Jawa Tengah.
Uchok menilai Trenggono memiliki keunggulan kompetitif berupa jejaring sosial dan kekuatan finansial yang sangat signifikan.
”Trenggono memiliki modal sosial dan kekayaan yang besar. Ini adalah amunisi yang sulit ditandingi jika suatu saat terjadi kontestasi kepemimpinan di PAN,” jelasnya.
Uchok menyoroti kesenjangan aset yang cukup jauh antara Trenggono dan Zulhas berdasarkan data Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN).
- Sakti Wahyu Trenggono: Tercatat memiliki kekayaan sekitar Rp2,97 triliun.
- Zulkifli Hasan: Tercatat memiliki kekayaan sekitar Rp59 miliar.
- Zita Anjani (Putri Zulhas): Tercatat memiliki kekayaan sekitar Rp109,32 miliar.
”Secara finansial, Zulhas tidak mampu mengimbangi Sakti Wahyu Trenggono. Bahkan jika harta Zulhas digabungkan dengan harta Zita Anjani, nilainya masih jauh di bawah kekayaan Trenggono,” tegas Uchok.
Menutup analisisnya, Uchok menilai Trenggono adalah sosok yang pragmatis dan piawai dalam menyusun strategi. Ia diprediksi tidak akan melakukan manuver terbuka yang gaduh.
”Trenggono tipikal orang yang bekerja senyap (silent operator). Ia mampu menghitung waktu dan menunggu momentum yang tepat. Bisa jadi, saat orang lain baru menyadari pergerakannya, namanya sudah muncul sebagai calon kuat Ketua Umum PAN,” pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak DPP PAN, Zulkifli Hasan, maupun Sakti Wahyu Trenggono belum memberikan tanggapan resmi terkait pandangan yang disampaikan oleh pihak CBA tersebut.(zr).










