Rabu, Oktober 7, 2026

HRS Soroti Lingkar Kekuasaan, Singgung Ucapan Prabowo Soal ‘Kabur ke Yaman’

NasionalHRS Soroti Lingkar Kekuasaan, Singgung Ucapan Prabowo Soal 'Kabur ke Yaman'

JAKARTA, zonarilis.com — Imam Besar atau penasehat Front Persaudaraan Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab atau HRS kembali menyoroti dinamika di lingkaran kekuasaan setelah munculnya pernyataan Presiden RI Prabowo Subianto yang menyebut istilah “kabur ke Yaman” dalam pidatonya.

Dalam ceramah yang diunggah saluran YouTube resmi FPI yakni brotherhood, HRS menekankan bahwa lingkungan pergaulan seorang pemimpin sangat berpengaruh terhadap gaya komunikasi dan kebijakan yang diambil.

“Oh, kalau punya teman, punya menteri nggak bagus, efeknya juga jelek,” ujar Rizieq dikutip zonarilis, Senin, 4 Mei 2026.

Ia kemudian menyinggung adanya pejabat yang disebutnya sebagai “menteri segala urusan” pada masa sebelumnya, yang menurutnya kerap melontarkan pernyataan keras terhadap demonstran.

BACA JUGA :  Skandal Perjalanan Dinas Fiktif Rp9,16 Miliar: CBA Minta Kejati DKI Periksa Dirut Bank Mandiri Riduan

Menurut Rizieq, perubahan gaya bahasa pemimpin negara saat ini dipengaruhi oleh lingkungan dekatnya.

“Kalau presiden ketemu dan ngobrol dengan orang yang keras, kasar, arogan, ya ketularan. Nasihatnya beda, hasilnya juga beda,” tegasnya.

Ia juga menyebut istilah “Jendral Baliho” dalam kritiknya, serta menyinggung sejumlah isu politik lama yang menurutnya masih berdampak pada situasi saat ini.

Rizieq menegaskan bahwa seorang pemimpin seharusnya memilih penasihat yang baik agar ucapan dan kebijakannya tetap terjaga.

Pernyataan yang disoroti Rizieq sebelumnya disampaikan Presiden Prabowo Subianto saat menghadiri groundbreaking 13 proyek hilirisasi nasional di Cilacap, pada 29 April 2026 lalu.

Dalam pidatonya, Prabowo menyinggung narasi “Indonesia Gelap” yang menurutnya tidak mencerminkan kondisi negara saat ini.

BACA JUGA :  Alih Status Trisakti Ditolak, Yayasan Sebut Ada Upaya Perampasan Aset

“Terus kita dibikin apalagi, Indonesia gelap. Matanya buram, Indonesia gelap. Indonesia terang. Ada yang mau kabur, kabur saja,” ujar Prabowo.

“Kau kabur saja ke sana. Mungkin ada yang mau kabur ke Yaman. Silakan,” lanjutnya.

Pernyataan tersebut kemudian memicu beragam respons publik, termasuk dari kalangan tokoh agama dan politik, yang mempertanyakan Prabowo memakai diksi Yaman, siapakah yang di maksud itu dan apa salahnya negara Yaman? ***

spot_img

Simak Konten Lainnya :

Terbaru

Check out other tags:

spot_img
spot_imgspot_img
spot_imgspot_img

Berita Populer