Rabu, Oktober 7, 2026

Revitalisasi Koperasi Karyawan: Puskopkar DKI Dorong Kolaborasi Strategis dan Inovasi Bisnis

Ekonomi dan BisnisRevitalisasi Koperasi Karyawan: Puskopkar DKI Dorong Kolaborasi Strategis dan Inovasi Bisnis

JAKARTA — Pusat Koperasi Karyawan (Puskopkar) DKI Jakarta mendorong revitalisasi peran koperasi karyawan agar tidak hanya berfokus pada kebutuhan konsumsi internal, melainkan bertransformasi menjadi mitra strategis perusahaan serta penggerak ekonomi daerah.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Puskopkar DKI Jakarta, Dr. Dedi Kusna Utama, S.Sos., M.A., dalam program bincang-bincang di saluran COOP TV Pada Jumat 31 Juli 2026. Menurut Dedi, stigma bahwa koperasi karyawan “tidur” terjadi karena operasional koperasi selama ini cenderung menutup diri di lingkup internal (captive market).

“Koperasi karyawan hari ini harus bangkit dan outlooking ke depan. Tidak hanya bicara kebutuhan internal anggota, tetapi juga bagaimana memberikan kontribusi lebih luas, baik membantu kesejahteraan pegawai di perusahaan maupun bermitra dengan stakeholder seperti Kadin dan Pemda,” ujar Dedi.

BACA JUGA :  Kawal Akuntabilitas Aset Daerah, Fraksi PKS DKI Konsisten Dorong Pelepasan Saham PT Delta Djakarta

Solusi Crowdfunding dan Inovasi Bisnis Menghadapi tantangan ketidakpastian ekonomi global, kenaikan suku bunga, hingga risiko pemutusan hubungan kerja (PHK) yang berdampak pada daya beli anggota, Puskopkar DKI Jakarta menyiapkan sejumlah strategi inovatif. Salah satunya melalui skema urun dana (crowdfunding) antar-koperasi untuk mendanai unit usaha baru tanpa bergantung pada pinjaman bank berbunga tinggi.

Beberapa program prioritas yang tengah dirintis antara lain:
• Kafe Koperasi & Pusat Oleh-Oleh Jakarta: Menghadirkan tempat berkumpul bagi insan koperasi sekaligus wadah pemasaran terpadu bagi produk-produk anggota dan pelaku UMKM Jakarta.
• Integrasi Kartu Pekerja Jakarta: Membantu anggota koperasi berpenghasilan UMP untuk mengakses program pangan dan sembako murah dari pemerintah daerah.

BACA JUGA :  Danantara Jadi "Single Exporter", Ichsanuddin Noorsy: Hanya Solusi Tambal Sulam, Akar Masalah Ekonomi Dibiarkan

Transparansi Data dan Sinergi Regenerasi Selain inovasi bisnis, Puskopkar DKI mendorong penyusunan profil dan katalog bisnis koperasi sebagai langkah awal menuju pembentukan Data Center Koperasi. Keterbukaan data ini dinilai penting untuk mengukur kontribusi riil sektor koperasi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) secara akurat.

Terkait regenerasi, Dedi menegaskan pentingnya kolaborasi antara Koperasi Karyawan (Kopkar) dan Koperasi Mahasiswa (Kopma). Kopkar diharapkan tidak menjadi pesaing bisnis bagi Kopma di lingkungan kampus, melainkan menjadi mitra pendamping dalam hal pendanaan dan manajemen.

Guna menjaga kelangsungan kaderisasi, Puskopkar juga mendorong insentif edukasi seperti penyusunan modul kurikulum koperasi sejak dini di sekolah hingga jenjang perguruan tinggi.

Melalui sinergi antara dunia usaha, pemerintah, dan lembaga pendidikan, koperasi karyawan optimistis mampu memperkuat fondasi ekonomi anggota sekaligus menjadi tuan rumah di negeri sendiri.(ZR)

BACA JUGA :  Sinergi Pemerintah-Perbankan Diuji, Perbanas: Jangan Cuma Manis di Atas Kertas
spot_img

Simak Konten Lainnya :

Terbaru

Check out other tags:

spot_img
spot_imgspot_img
spot_imgspot_img

Berita Populer