Rabu, Oktober 7, 2026

Terima Ketua Business Council Russia-Indonesia, Bamsoet Dorong Peningkatan Kerjasama Migas Indonesia-Rusia

InternasionalTerima Ketua Business Council Russia-Indonesia, Bamsoet Dorong Peningkatan Kerjasama Migas Indonesia-Rusia

JAKARTA – Anggota DPR RI sekaligus Ketua MPR RI ke-15 dan Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia, Bambang Soesatyo (Bamsoet), mendorong peningkatan kerjasama strategis di sektor minyak dan gas (migas) antara Indonesia dan Rusia sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan energi nasional di tengah dinamika geopolitik dunia yang terus berubah. Hubungan Indonesia dan Rusia yang semakin erat dalam beberapa tahun terakhir harus dimanfaatkan untuk membangun kemitraan jangka panjang yang saling menguntungkan, mulai dari pasokan minyak mentah, pengembangan kilang, pembangunan fasilitas penyimpanan energi, hingga transfer teknologi dan investasi di sektor hulu maupun hilir migas.

Peningkatan kerjasama menjadi penting karena kebutuhan energi Indonesia terus meningkat seiring pertumbuhan industri dan ekonomi nasional. Data Kementerian ESDM menunjukkan Indonesia masih menghadapi defisit minyak yang cukup besar sehingga impor energi tetap menjadi kebutuhan strategis. Sementara itu, Rusia merupakan salah satu produsen minyak dan gas terbesar di dunia dengan pengalaman panjang dalam pengelolaan energi.

BACA JUGA :  Survei Buruh Ungkap Buruknya Kondisi Kerja Kawasan IMIP Morowali

“Kerjasama migas Indonesia dan Rusia harus ditempatkan sebagai kemitraan strategis yang saling menguntungkan. Indonesia membutuhkan investasi, teknologi, dan pasokan energi yang berkelanjutan, sementara Rusia memiliki pengalaman panjang sebagai salah satu produsen energi terbesar dunia. Kerjasama ini akan memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus meningkatkan daya saing industri dalam negeri,” ujar Bamsoet saat menerima Ketua Business Council Russia-Indonesia Mikhail Kuritsyn di Jakarta, Senin (8/6/26).

Ketua DPR RI ke-20 dan Ketua Komisi III DPR RI ke-7 ini menjelaskan, Indonesia memiliki peluang besar untuk memanfaatkan kerjasama migas guna mempercepat modernisasi sektor energi nasional. Selama ini Indonesia masih mengandalkan impor untuk memenuhi sebagian kebutuhan minyak dan LPG dalam negeri. Dengan menggandeng Rusia melalui skema government-to-government maupun business-to-business, Indonesia dapat memperoleh akses terhadap sumber energi yang lebih beragam sekaligus mengurangi risiko ketergantungan terhadap pasar tertentu. Di saat bersamaan, Rusia juga mendapatkan akses ke salah satu pasar energi terbesar dan paling berkembang di Asia Tenggara.

BACA JUGA :  Nasabah Menang Gugatan Lawan BCA Terkait Salah Transfer Rp7,96 Juta, CBA Desak OJK Keluar dari Sikap "Masa Bodoh"

“Diversifikasi sumber energi merupakan kebutuhan yang tidak bisa ditunda. Ketika dunia menghadapi ketidakpastian geopolitik dan fluktuasi harga energi, Indonesia harus memiliki banyak pilihan mitra strategis agar pasokan energi nasional tetap aman dan stabil. Rusia dapat menjadi salah satu pilar penting dalam strategi diversifikasi tersebut,” kata Bamsoet.

Wakil Ketua Umum Partai Golkar dan Wakil Ketua Umum/Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini menuturkan, kerjasama migas saat ini tidak lagi sekadar transaksi jual beli minyak mentah. Negara-negara yang berhasil membangun ketahanan energi umumnya mengembangkan kemitraan yang mencakup investasi, teknologi, riset, pengembangan sumber daya manusia, serta pembangunan infrastruktur pendukung. Karena itu, Indonesia perlu mendorong kerjasama yang lebih luas dengan perusahaan-perusahaan energi Rusia yang memiliki pengalaman internasional dalam eksplorasi, produksi, pengolahan, dan distribusi energi.

BACA JUGA :  Sidang Tipikor BlueRay Cargo: CBA Desak KPK dan Bea Cukai Usut Tuntas Keterlibatan Raffi Ahmad

“Indonesia harus mengambil manfaat sebesar-besarnya dari setiap kerjasama internasional. Yang kita kejar bukan sekadar pasokan energi, tetapi juga transfer teknologi, peningkatan kapasitas SDM nasional, serta investasi yang dapat memperkuat daya saing industri energi Indonesia dalam jangka panjang,” pungkas Bamsoet. (Dwi)

spot_img

Simak Konten Lainnya :

Terbaru

Check out other tags:

spot_img
spot_imgspot_img
spot_imgspot_img

Berita Populer