Rabu, Oktober 7, 2026

Skandal Pesantren Pati: Kiai Ngaku Wali Kini Jadi Tersangka Kasus Pencabulan Puluhan Santriwati

NasionalDaerahSkandal Pesantren Pati: Kiai Ngaku Wali Kini Jadi Tersangka Kasus Pencabulan Puluhan Santriwati

JAKARTA, zonarilis.com – Status hukum oknum kiai bernama Ashari akhirnya resmi naik menjadi tersangka dalam kasus dugaan pencabulan terhadap santriwati di Pondok Pesantren Ndholo Kusumo.

Kasus ini sontak menggegerkan warga, mengingat pelaku merupakan pengasuh pondok yang selama ini memiliki pengaruh besar terhadap para santri. Kabar pun menjadi berita viral sejak akhir April 2026.

Sejumlah desakan dari aktifis perempuan, ormas keagamaan hingga pemerintah setempat sempat muncul begitu masif terkait kasus ini. Aksi ujuk rasa di Pati pun digelar menyusul viralnga kabar ini.

Ratusan warga bergerak memenuhi jalan dan dan halaman depan pesantren sejak sabtu 2 Mei 2026 yang berangsur kondusif.

Kapolsek Tlogowungu, AKP Mujahid, membenarkan bahwa Ashari telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Satreskrim Polresta Pati.

“Pelaku sudah menjadi tersangka. Proses hukum masih berjalan dan menunggu tahap berikutnya,” ujarnya dikutip zonarilis dari media lokal seputar Muria, Senin 4 Mei 2026.

BACA JUGA :  Bareskrim Diminta Dalami Kematian Karumga Ex-Jampidsus

Meski telah berstatus tersangka, hingga kini Ashari belum ditahan. Polisi menyatakan masih menunggu proses lanjutan serta rilis resmi dari Polresta Pati.

Kuasa hukum korban, Ali Yusron, mengungkapkan bahwa saat ini sudah ada delapan santriwati yang melapor secara resmi. Namun jumlah korban diduga jauh lebih banyak.

“Korban aduan ada delapan, dan belum dicabut. Informasi yang kami terima, jumlahnya bisa sampai 50 orang,” katanya.

Para korban mayoritas merupakan santriwati tingkat SMP dari latar belakang rentan, seperti anak yatim piatu dan keluarga kurang mampu.

Sosok Kontroversial, Ngaku Wali dan Cucunya Nabi

Ashari dikenal sebagai pengasuh pondok yang tinggal di sekitar area pesantren. Namun, menurut warga, ia sudah lama menuai kontroversi dan tidak diterima di lingkungan sekitar.

BACA JUGA :  Ketum FBR Nilai Sistem Hydrotermal Efektif Kurangi Sampah Organik

Ia disebut-sebut mengaku sebagai sosok “wali” atau memiliki kemampuan luar biasa (khariqul ‘adah), yang membuat banyak santri percaya dan tunduk.

Salah satu mantan orang dekatnya, Shofi, mengaku pernah berada di bawah pengaruh Ashari selama 11 tahun.

“Dia bisa menebak kejadian secara detail, dan itu terbukti. Dari situ banyak yang percaya dia memang wali,” ungkapnya.

Shofi juga mengungkap dugaan perilaku menyimpang Ashari yang dilakukan secara terang-terangan, namun kerap didiamkan karena rasa takut.

Ia menyebut interaksi fisik yang tidak pantas terhadap santriwati terjadi berulang kali.

Pasca mencuatnya kasus ini, pihak pengelola langsung menonaktifkan Ashari dari jabatannya. Kegiatan pondok putri juga dihentikan sementara, dan seluruh santriwati dipulangkan ke keluarga masing-masing dalam waktu 3×24 jam.

BACA JUGA :  Didesak CBA, Dewas KPK Diminta Bongkar Status 10 Klaster Perkara Bea Cukai yang Menggantung

Kasus ini kini masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut oleh pihak kepolisian meskipun pelaku disebut telah ditetapkan menjadi tersangka. Kasus ini benar-benar membuat geger Jawa Tengah dan jagat maya, pelaku digiring polisi saat aksi unjuk rasa berlangsung dengan pengamanan ketat tanpa adanya aksi main hakim sendiri. ***

spot_img

Simak Konten Lainnya :

Terbaru

Check out other tags:

spot_img
spot_imgspot_img
spot_imgspot_img

Berita Populer