Rabu, Oktober 7, 2026

​CBA Sebut Kunjungan Mensos ke KPK Sia-sia, Proyek Sepatu Mahal Sudah Cair Sejak 2025

Headline​CBA Sebut Kunjungan Mensos ke KPK Sia-sia, Proyek Sepatu Mahal Sudah Cair Sejak 2025

JAKARTA, Zonarilis.com– Direktur Eksekutif Center For Budget Analysis (CBA), Uchok Sky Khadafi, memberikan kritik pedas terhadap kunjungan Menteri Sosial, Saifullah Yusuf (Gus Ipul), ke Gedung Merah Putih KPK pada Jumat (08/05/2026). Kunjungan yang diklaim sebagai upaya “pencegahan dan kajian program” itu dinilai sebagai langkah formalitas yang kehilangan relevansi di tengah hebohnya dugaan penggelembungan harga sepatu bantuan sosial.

​Uchok menegaskan bahwa narasi pencegahan yang disampaikan oleh Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, sangat kontradiktif dengan fakta di lapangan. Menurutnya, skandal harga sepatu Sekolah Rakyat yang menembus Rp700 ribu per pasang bukanlah isu baru, melainkan bom waktu yang sudah berdetak sejak tahun lalu.

​”Sangat janggal jika KPK baru bicara pencegahan hari ini. Fakta menunjukkan ‘pesta’ pengadaan sepatu mahal ini sudah dimulai sejak 2025. Jadi, kedatangan Gus Ipul ini bukan untuk mencegah kebocoran, tapi lebih terlihat seperti upaya mencuci tangan di saat masalah sudah di depan mata,” ujar Uchok dalam pernyataan resminya, Jumat (08/05/2026).

BACA JUGA :  Ketahanan Energi Nasional Dinilai Masih Hadapi Tantangan Besar

​CBA memaparkan data perbandingan pengadaan sepatu yang dianggap tidak masuk akal untuk ukuran bantuan sosial:

  • ​Tahun 2025: Alokasi anggaran sebesar Rp8 miliar untuk 16.005 pasang sepatu, dengan rata-rata harga Rp500 ribu per pasang. Proyek ini telah tuntas dan dana sepenuhnya terserap.
  • ​Tahun 2026: Anggaran membengkak drastis menjadi Rp27,5 miliar untuk 39.345 pasang. Harga per pasang meroket menjadi Rp700 ribu, angka yang setara dengan harga sepatu merek ternama di pusat perbelanjaan.

​”Uangnya sudah cair, sepatunya sudah dibagi sejak 2025. Kalau baru sekarang dikaji, itu namanya menyapu debu setelah badai berlalu. KPK jangan mau dijadikan alat untuk melegitimasi prosedur yang sejak awal sudah bermasalah,” sindir Uchok.

BACA JUGA :  KPK Ditantang Periksa Aliran Dana Golf Rp696 Juta Bank Mandiri, CBA: Duit Nasabah Buat Networking atau Flexing?

​Uchok juga membandingkan respons KPK yang dianggap “lamban” dengan agresivitas Kejaksaan Agung (Kejagung). Saat ini, Kejagung dikabarkan telah melakukan penyelidikan mendalam dan memanggil sejumlah pejabat terkait di Kementerian Sosial.

​”KPK jangan seolah baru bangun tidur. Daripada sibuk dengan seremoni pencegahan yang mubazir, lebih baik KPK segera berkoordinasi dengan Kejagung yang sudah lebih dulu turun tangan. Jangan sampai kunjungan ini hanya berakhir menjadi ajang foto bersama atau sekadar pencitraan menteri baru,” tegasnya.

​Menutup pernyataannya pada Jumat siang ini, Uchok mendesak penegak hukum untuk mengusut tuntas aliran dana yang telah keluar sejak tahun 2025. Ia menegaskan bahwa rakyat tidak membutuhkan formalitas birokrasi, melainkan kejujuran atas penggunaan uang negara.

BACA JUGA :  Habib Salim Ingatkan Menag: Kritik Adalah Hak Konstitusional, Bukan Tempat Tebar Analogi Sesat

​”Rakyat tidak butuh drama pencegahan yang telat. Rakyat butuh kepastian ke mana selisih harga sepatu yang selangit itu mengalir. Uang negara bukan untuk membiayai pengadaan rasa branded yang tidak transparan,” pungkas Uchok Sky Khadafi.(Red).

spot_img

Simak Konten Lainnya :

Terbaru

Check out other tags:

spot_img
spot_imgspot_img
spot_imgspot_img

Berita Populer