Rabu, Oktober 7, 2026

Ambulans Diberhentikan dan Tas Pribadi Digeledah Polisi, Ketua SBSI 92 Desak Kejelasan Perintah di Balik Aksi Represif

HeadlineAmbulans Diberhentikan dan Tas Pribadi Digeledah Polisi, Ketua SBSI 92 Desak Kejelasan Perintah di Balik Aksi Represif

​JAKARTA, Zonarilis.com — Tindakan represif dan pengamanan berlebihan kembali mencoreng ruang kebebasan sipil. Ketua Serikat Buruh Sejahtera Indonesia 92 (SBSI 92), Sunarti, melayangkan protes keras dan mengaku heran atas tindakan sejumlah oknum yang mengaku aparat kepolisian saat menghentikan, memeriksa, hingga menggeledah mobil ambulans miliknya di sela-sela aksi demonstrasi BEM UI di depan Gedung UOB, Selasa (18/8/2026). Tidak hanya kendaraan operasional, tas pribadi milik Sunarti pun turut digeledah tanpa alasan yang jelas dan mendasar.

​Sunarti menegaskan bahwa keberadaan mobil ambulans di lokasi tersebut murni mengusung misi kemanusiaan, yakni untuk mengantisipasi keadaan darurat serta memberikan pertolongan pertama bagi siapa saja yang membutuhkan selama aksi berlangsung. Sebagai bagian dari elemen gerakan rakyat dan buruh, ia mempertanyakan urgensi dan motif di balik tindakan intimidatif tersebut.

BACA JUGA :  Skandal Anggaran DLH DKI Jakarta, CBA Ungkap Kenaikan "Ajaib" Harga Truk Sampah Listrik hingga Ratusan Juta Per Unit

​”Saya heran, kenapa sampai ambulans diperiksa dan tas pribadi saya juga ikut diperiksa. Padahal kami datang memang untuk berjaga-jaga kalau terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, baik untuk kawan-kawan massa aksi maupun masyarakat umum. Ada apa sebenarnya?” tegas Sunarti dalam keterangannya, Rabu (19/8/2026).

​Ia juga meluruskan narasi keliru terkait posisi armada di lapangan. Menurutnya, mobil ambulans tersebut beroperasi secara mobile setiap harinya dan sama sekali tidak berada di tengah-tengah kerumunan massa aksi yang dapat memicu gesekan.

​”Ambulans itu setiap hari mobile. Posisi kami juga bukan di tengah massa. Kami ada di seberang jalan, dekat Stasiun Sudirman, sedangkan massa berada di depan Gedung UOB,” ungkapnya.

BACA JUGA :  Prabowo Utak Atik Kabinet Merah Putih, Simak Daftar Lengkap Pejabat yang Dilantik

​Lebih lanjut, Sunarti menyoroti mentalitas pengamanan aparat yang kerap berlebihan dan justru mencederai prinsip-prinsip demokrasi. Ia mengingatkan bahwa aparat seharusnya mampu membedakan secara objektif antara kendaraan yang membawa misi kemanusiaan dengan pihak-pihak yang berpotensi mengganggu ketertiban umum.

​”Kami sangat memahami pentingnya pengamanan. Tapi, apakah pemeriksaan brutal terhadap ambulans ini bagian dari prosedur tetap atau bentuk pengamanan yang kelewat batas? Siapa sebenarnya yang memberikan perintah di balik tindakan ini?” pungkas Sunarti dengan nada penuh tanya.

​Kasus ini kembali menambah catatan kritis gerakan buruh dan mahasiswa terhadap standar pengamanan aparat penegak hukum yang dinilai semakin menyudutkan ruang solidaritas dan aksi damai di ruang publik.(zr).

BACA JUGA :  Bela Rakyat, Hamka Minta BMKG Pastikan Informasi Bencana Akurat
spot_img

Simak Konten Lainnya :

Terbaru

Check out other tags:

spot_img
spot_imgspot_img
spot_imgspot_img

Berita Populer