Rabu, Oktober 7, 2026

Harapan Warga Rusun Pinus Elok: Meninjau Kembali Kebijakan Penyaluran Santunan di DKM Babussalam agar Lebih Humanis dan Sesuai Kaidah

NasionalDaerahHarapan Warga Rusun Pinus Elok: Meninjau Kembali Kebijakan Penyaluran Santunan di DKM Babussalam agar Lebih Humanis dan Sesuai Kaidah

​JAKARTA TIMUR, Zonarilis.com – Sejumlah warga di Rusun Pinus Elok Tower C, Jakarta Timur, tengah mengupayakan dialog terbuka terkait kebijakan penyaluran santunan bagi anak yatim dan piatu yang dikelola oleh Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Babussalam. Upaya ini merupakan bentuk kepedulian warga agar distribusi bantuan sosial di lingkungan rumah ibadah tetap berjalan selaras dengan prinsip keadilan, syariat Islam, dan empati sosial.

Keresahan warga dipicu oleh adanya kebijakan administratif yang dirasa perlu ditinjau kembali, terutama terkait penentuan status “yatim” bagi penerima santunan. Terdapat kebijakan yang mencabut hak santunan anak dengan alasan status yatim telah gugur karena sang ibu menikah kembali.

​Warga berinisial RF, yang mewakili aspirasi lingkungan, menyampaikan pentingnya merujuk pada prinsip syariat yang lebih mendasar. “Kami berharap pengurus DKM berkenan meninjau kembali aturan ini. Menurut pemahaman kami, status yatim seorang anak tidak berubah hanya karena ibunya menikah lagi. Fokus utama kita seharusnya adalah menjamin keberlangsungan pendidikan dan kebutuhan harian anak-anak yang telah kehilangan sosok ayah,” ungkapnya.

BACA JUGA :  Nama Anggota BPK Nyoman Adhi Suryadnyana Terseret Sidang Suap Bea Cukai, CBA Desak KPK Bertindak

​Dalam perspektif Islam, Allah SWT telah memberikan peringatan keras mengenai pengelolaan harta dan hak anak yatim. Sebagaimana firman-Nya dalam Surah An-Nisa ayat 2:

​“Dan berikanlah kepada anak-anak yatim (yang sudah dewasa) harta mereka, jangan kamu menukar yang baik dengan yang buruk dan jangan kamu makan harta mereka bersama hartamu. Sesungguhnya tindakan menukar dan memakan itu adalah dosa yang besar.”

​Selain itu, Surah An-Nisa ayat 10 juga menekankan:

​“Sesungguhnya orang-orang yang memakan harta anak yatim secara zalim, sebenarnya mereka itu hanyalah menelan api sepenuh perutnya dan mereka akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala (neraka).”

Warga juga menyampaikan aspirasi agar tidak ada lagi pembedaan kategori yang terlalu tajam antara anak yatim (ditinggal wafat ayah) dan anak piatu (ditinggal wafat ibu) yang memicu pengurangan bantuan secara signifikan. Keduanya merupakan anak-anak yang memerlukan perlindungan, selaras dengan semangat dalam Surah Ad-Duha ayat 9:

​“Maka terhadap anak yatim, janganlah engkau berlaku sewenang-wenang.”

​Warga meyakini bahwa di tengah kondisi ekonomi yang menantang, setiap anak yang kehilangan salah satu orang tua memiliki beban psikologis dan ekonomi yang setara, sehingga memerlukan perhatian dan kasih sayang yang tidak diskriminatif.

BACA JUGA :  Hamka B Kady: Kepulauan Selayar Adalah Aset Berharga Sulawesi Selatan yang Harus Terus Dikembangkan

​Menuju Masjid yang Inklusif dan Humanis

Forum Warga Peduli Rusun Pinus Elok Tower C menegaskan bahwa penyampaian ini adalah ajakan untuk memperkuat fungsi masjid sebagai pusat pengayom umat. Warga berharap adanya:

  1. ​Ruang Dialog: Terbukanya diskusi antara pengurus DKM dan warga untuk mencari solusi terbaik bagi keberlangsungan santunan.
  2. ​Peninjauan Kebijakan: Penyesuaian aturan administratif agar lebih luwes, humanis, dan tidak membebani anak-anak yang membutuhkan.
  3. ​Semangat Kebersamaan: Menguatkan kembali jalinan silaturahmi agar masjid tetap menjadi rumah yang nyaman bagi seluruh warga, khususnya anak-anak yatim dan piatu.

​Warga optimis bahwa dengan komunikasi yang baik dan niat untuk saling membantu, pengurus DKM Babussalam dapat terus memberikan pelayanan terbaik yang mencerminkan prinsip rahmatan lil alamin bagi seluruh jemaah dan warga rusun.(zr).

BACA JUGA :  Puluhan Transaksi Tanpa Bukti Kegiatan, ASNI Minta Kasus Dinas Kebudayaan Dibuka Lagi
spot_img

Simak Konten Lainnya :

Terbaru

Check out other tags:

spot_img
spot_imgspot_img
spot_imgspot_img

Berita Populer