Rabu, Oktober 7, 2026

Tingkatkan Kewaspadaan Dini, FPPJ Rangkul Stakeholder Wujudkan Jakarta Kota Global

NasionalDaerahTingkatkan Kewaspadaan Dini, FPPJ Rangkul Stakeholder Wujudkan Jakarta Kota Global

JAKARTA, zonarilis.com – Forum Pemuda Peduli Jakarta (FPPJ) sukses menyelenggarakan diskusi publik bertajuk “Jakarta Kota Global dan Berbudaya: Peran Kewaspadaan Dini dalam Semangat Jaga Jakarta” di Aula Perpustakaan Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, Rabu (24/06/2026). Diskusi ini menjadi momentum krusial bagi elemen pemuda dalam merumuskan strategi kewaspadaan dini menyongsong visi Jakarta sebagai kota global.

​Kegiatan yang dipandu oleh moderator Abid Zahid Fadilah, Ketua Umum Mahasiswa Muda Transparansi (MMT), ini menghadirkan berbagai pemangku kepentingan tingkat provinsi untuk membedah arah pembangunan Jakarta.

​Dalam sambutannya, Ketua Umum FPPJ, Endriansyah, menegaskan bahwa gerakan #JagaJakarta bukan sekadar slogan, melainkan bentuk komitmen nyata pemuda untuk terlibat aktif dalam pembangunan.

​”Jakarta yang tangguh adalah milik kita bersama. FPPJ siap menjadi garda terdepan dalam membangun sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan pemuda. Kami terus mendorong ruang dialog inklusif agar aspirasi warga di akar rumput terserap dengan baik, demi mewujudkan Jakarta yang aman, tertib, dan berbudaya dalam menyongsong usia 5 abad,” tegas Endriansyah.

BACA JUGA :  HRS Soroti Lingkar Kekuasaan, Singgung Ucapan Prabowo Soal 'Kabur ke Yaman'

​Diskusi ini menyoroti pentingnya pendekatan komprehensif dalam transisi status kota global dengan menghadirkan narasumber dari berbagai perspektif:

  • ​Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Hj. Rany Mauliani: Menekankan bahwa status kota global menuntut kesiapsiagaan sosial yang tinggi, di mana peran pemuda sebagai agen perubahan sangatlah krusial.
  • ​Kepala Kesbangpol DKI Jakarta, Matsani: Memaparkan strategi menjaga stabilitas sosial melalui program partisipatif “Ngopi Cetar”, yang berfungsi mengubah aspirasi warga menjadi policy brief yang terukur.
  • ​Kolonel Cba Agus Kosasih, S.E. (Komandan Satuan Khusus Satintel BAIS TNI/Tim Kewaspadaan Dini Pemprov DKI): Menggarisbawahi urgensi mitigasi ATHG (Ancaman, Tantangan, Hambatan, dan Gangguan). Ia menekankan perlunya integrasi teknologi, respons cepat, dan kolaborasi seluruh elemen masyarakat.
  • ​Presiden LIRA, Andi Syafrani: Mengusulkan transformasi gerakan masyarakat sipil dari oposisi menjadi kolaborasi konstruktif melalui konsep “Ekosistem Sinergi Jakarta” yang berlandaskan pengawasan sosial dan edukasi nalar kritis.
  • ​Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta, Chico Hakim: Selaku keynote speaker, ia menekankan pentingnya adopsi praktik terbaik dunia bagi Jakarta tanpa harus kehilangan identitas budaya lokal.
BACA JUGA :  Lamban Proses Sengketa Informasi PLN, PHI Layangkan "Surat Cinta" ke KIP Pusat

​Sebagai tindak lanjut dari diskusi ini, FPPJ merekomendasikan pembentukan tiga pilar strategis, yakni: Posko Informasi Pemuda, Gerakan Anti-Hoaks, serta Forum Sinergi Jaga Jakarta. Wadah ini diproyeksikan menjadi sarana evaluasi isu-isu kewilayahan secara berkelanjutan.

​Sinergi seluruh elemen ini diharapkan menjadi fondasi yang kokoh bagi Jakarta untuk mewujudkan visi kota global yang maju, inklusif, namun tetap menjunjung tinggi nilai-nilai budaya lokal.(zr).

spot_img

Simak Konten Lainnya :

Terbaru

Check out other tags:

spot_img
spot_imgspot_img
spot_imgspot_img

Berita Populer