Rabu, Oktober 7, 2026

Strategi Diplomasi Prabowo: Amankan Pasokan Energi Diskon 35% di Tengah Gejolak Global

NasionalStrategi Diplomasi Prabowo: Amankan Pasokan Energi Diskon 35% di Tengah Gejolak Global

​JAKARTA, zonarilis.com – Pemerintah Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto sukses melakukan terobosan diplomatik di tengah ketidakpastian energi dunia. Melalui langkah strategis, Indonesia berhasil mengamankan impor minyak mentah dengan harga diskon hingga 35 persen di bawah harga pasar dari Rusia. Langkah ini diambil sebagai upaya krusial untuk menjaga stabilitas fiskal nasional dari tekanan konflik geopolitik di Timur Tengah.

​Anggota Dewan Energi Nasional (DEN), Satya Widya Yudha, menegaskan bahwa diplomasi ini merupakan langkah penyelamatan kepentingan vital negara. Mengingat Indonesia masih menjadi net importir dengan defisit minyak mencapai 1 juta barel per hari, setiap fluktuasi harga energi global berdampak langsung pada APBN. Satya mencatat, kenaikan harga minyak sebesar 1 dolar AS saja dapat memicu defisit fiskal hingga Rp6 triliun.

BACA JUGA :  Guru PAUD Jadi Pilar Wajib Belajar 13 Tahun, Adde Rosi Dorong Peningkatan Kompetensi dan Kesejahteraan

​”Ini adalah momen yang sangat strategis. Presiden Prabowo berhasil melakukan pendekatan diplomasi yang cair, baik ke pihak Amerika Serikat maupun Rusia. Ini langkah nyata untuk memastikan ketahanan energi kita tetap terjaga meski di tengah tekanan sanksi global,” ujar Satya dalam wawancara di program Prime Time INAnews TV, Selasa (26/5/2026).

​Selain diversifikasi impor untuk mengurangi ketergantungan pada wilayah rawan konflik, posisi Indonesia yang kini telah bergabung dalam blok ekonomi BRICS turut memberikan ruang gerak diplomasi energi yang lebih luas. Berdasarkan data DEN, skor ketahanan energi nasional saat ini pun telah mengalami peningkatan, dari 6,5 menjadi 7,3.

​Pemerintah juga terus mendorong percepatan Just Energy Transition atau transisi energi berkeadilan. Indonesia memilih untuk mendekarbonisasi sektor energi secara bertahap daripada melakukan penghapusan drastis yang berisiko pada stabilitas ekonomi. Langkah konkret yang segera diimplementasikan adalah program biodiesel B-50 pada Juli mendatang. Satya optimistis bahwa program ini dapat menekan impor solar hingga ke titik nol.

BACA JUGA :  Disorot CBA Jelang Penampilan di Urban Talk TIM, Anggaran Pakaian Dinas Gubernur Maluku Utara Tembus Rp990 Juta

​Di akhir keterangannya, Satya mengajak peran serta masyarakat luas untuk turut berkontribusi dalam menjaga ketahanan energi nasional. Penghematan energi di tingkat individu dan beralih ke transportasi umum menjadi bagian integral dari strategi besar Indonesia menuju masa depan energi yang lebih bersih dan mandiri.(zr).

spot_img

Simak Konten Lainnya :

Terbaru

Check out other tags:

spot_img
spot_imgspot_img
spot_imgspot_img

Berita Populer