Rabu, Oktober 7, 2026

Jakarta Optimalkan AI dan Teknologi Digital, Target Masuk Top 20 Kota Global

NasionalDaerahJakarta Optimalkan AI dan Teknologi Digital, Target Masuk Top 20 Kota Global

JAKARTA, zonarilis.com — Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus memperkuat pemanfaatan teknologi digital, data, dan kecerdasan buatan (AI) dalam tata kelola kota. Langkah ini menjadi bagian dari strategi besar menuju target Top 20 Global City pada 2045.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan, di era digital saat ini daya saing kota tidak lagi hanya bertumpu pada pembangunan fisik, tetapi juga pada kemampuan mengelola data, inovasi, serta teknologi untuk meningkatkan kualitas layanan publik.

“Jakarta sebagai pusat ekonomi nasional harus mampu menjadi penggerak transformasi digital,” ujarnya dalam Indonesia Summit 2026 di Jakarta Selatan, Kamis (18/6).

Untuk mencapai target tersebut, Pemprov DKI menyiapkan program Jakarta RISE#20 sebagai roadmap penguatan Jakarta menuju kota global yang kompetitif, inklusif, dan berkelanjutan.

BACA JUGA :  Pramono Hadiri World Cities Summit 2026, Bawa Misi Perkuat Kerja Sama dan Investasi Hijau

Program ini menjadi acuan dalam pengembangan kebijakan, inovasi layanan, hingga penguatan daya saing kota di tingkat nasional maupun internasional.

Teknologi Diterapkan di Berbagai Sektor
Sejumlah implementasi teknologi telah berjalan di Jakarta, di antaranya:
Sistem pengaturan lalu lintas berbasis data (Intelligent Traffic Control System)
Aplikasi layanan publik JAKI, Sistem informasi terpadu Jakarta Satu
Digitalisasi pasar tradisional dan UMKM
Pemanfaatan data TPID untuk pengendalian inflasi daerah.

Selain itu, Pemprov DKI juga mengoptimalkan sistem CCTV terintegrasi untuk pemantauan banjir yang dapat diakses publik melalui pantaubanjir.com.
Sistem ini menjadi bagian dari pusat kendali untuk mempercepat pengambilan keputusan, seperti pengoperasian pintu air dan pompa saat kondisi darurat.

BACA JUGA :  Lima Abad Mengelola Sampah Jakarta, Mengapa Masalahnya Belum Tuntas?

Di sektor transportasi, tingkat konektivitas layanan publik Jakarta telah mencapai sekitar 93 persen. Pengembangan MRT dan Transjakarta terus dilakukan agar lebih ramah bagi penyandang disabilitas, lansia, dan kelompok rentan lainnya.

Pramono menegaskan, transformasi digital harus memberikan dampak nyata bagi masyarakat, bukan hanya pada sistem pemerintahan.

“Teknologi harus menjawab kebutuhan warga dan memperkuat kualitas pelayanan publik,” terang politisi PDI Perjuangan ini.

Dengan transformasi ini, Jakarta menargetkan diri menjadi kota global yang modern, inklusif, dan berbasis teknologi. ***

spot_img

Simak Konten Lainnya :

Terbaru

Check out other tags:

spot_img
spot_imgspot_img
spot_imgspot_img

Berita Populer