JAKARTA, zonarilis.com — PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 1 Jakarta menargetkan penutupan 40 perlintasan sebidang liar sepanjang tahun 2026. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api sekaligus mengurangi potensi kecelakaan di jalur rel.
Deputi 2 Daop 1 Jakarta PT KAI, Deddy Hendrady, menyampaikan bahwa sebagian besar perlintasan yang akan ditutup merupakan jalur swadaya dengan lebar kurang dari dua meter dan tidak memiliki petugas penjaga.
“Seluruh perlintasan liar pada dasarnya memiliki tingkat risiko yang sama. Karena itu kita akan tutup demi keselamatan operasional perjalanan kereta api,” ujarnya di Jakarta, Jumat, (15/5/2026).
Ia menjelaskan, dari rencana penutupan tersebut terdapat lima titik perlintasan swadaya di kawasan Cawang hingga Tebet yang telah dikoordinasikan bersama unsur wilayah setempat. Namun hingga Mei 2026, baru satu titik yang berhasil ditutup karena masih menunggu dukungan pemerintah daerah.
“Kalau tahun ini baru satu yang bisa ditutup. Program KAI sebenarnya ada lima titik, tapi pelaksanaannya masih menunggu dukungan pemda,” katanya.
Deddy menambahkan, keterbatasan lahan serta biaya pembangunan perlintasan resmi menjadi salah satu kendala dalam penanganan perlintasan sebidang. Pembangunan perlintasan resmi membutuhkan infrastruktur tambahan seperti pos penjagaan dan tenaga pengawas.
Ia juga menegaskan bahwa kewenangan PT KAI terbatas pada aspek keselamatan operasional kereta api. Sementara penyediaan akses alternatif bagi masyarakat menjadi kewenangan pemerintah daerah dan instansi terkait.
“Solusi kami adalah penutupan demi keamanan perjalanan kereta api. Untuk fasilitas alternatif bagi warga, itu perlu koordinasi dengan pemerintah daerah dan dinas terkait,” jelasnya.
PT KAI mengimbau masyarakat untuk tidak melintasi jalur rel di lokasi yang tidak resmi guna mencegah kecelakaan dan menjaga keselamatan bersama. ***










