Rabu, Oktober 7, 2026

20 Kota Dunia Sudah Pimpin Gerakan Nol Sampah, Jakarta kapan ?

NasionalDaerah20 Kota Dunia Sudah Pimpin Gerakan Nol Sampah, Jakarta kapan ?

JAKARTA, Zonarilis.com – Sebanyak 20 kota di dunia ditetapkan sebagai pemimpin dalam gerakan menuju kota nol sampah (zero waste city). Namun, dari daftar tersebut, Jakarta belum termasuk. Penetapan ini dilakukan oleh Dewan Penasihat Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Nol Limbah, dengan dukungan UN-Habitat dan Program Lingkungan PBB (UNEP).

Dalam keterangan resminya, UN-Habitat menyebut kota-kota terpilih dinilai berhasil menerapkan sistem pengelolaan sampah berkelanjutan secara nyata.

“Kota-kota ini membuktikan bahwa nol sampah bukan sekadar visi, tetapi dapat diwujudkan melalui kebijakan yang tepat, inovasi, dan keterlibatan masyarakat,” demikian pernyataan resmi UN-Habitat.

Adapun 20 kota tersebut meliputi Accra (Ghana), Bologna (Italia), Chefchaouen (Maroko), Dar es Salaam (Tanzania), Dehiwala (Sri Lanka), Florianópolis (Brasil), Gaziantep (Turki), George Town (Malaysia), Hangzhou (China), Iloilo City (Filipina), Kisumu (Kenya), Kuala Lumpur (Malaysia), Lilongwe (Malawi), San Fernando (Filipina), San Francisco (Amerika Serikat), Sanya (China), Suzhou (China), Varkala (India), Yokohama (Jepang), dan Zapopan (Meksiko).

BACA JUGA :  Jakfest Vol.500 Tak Sesuai Ekspektasi, Lapangan Banteng Bak Kuburan

Kota-kota tersebut dinilai unggul karena telah menjalankan berbagai strategi, mulai dari pemilahan sampah dari sumber, pengolahan limbah organik melalui kompos, hingga penguatan sistem daur ulang dan penggunaan kembali.

Selain itu, pelibatan masyarakat serta sektor informal seperti pemulung menjadi bagian penting dalam menciptakan sistem pengelolaan sampah yang inklusif. UN-Habitat juga menekankan pentingnya perubahan perilaku masyarakat dalam mendukung upaya pengurangan sampah.

“Perubahan pola konsumsi, termasuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, menjadi faktor kunci dalam mencapai kota nol sampah,” lanjut pernyataan tersebut.

Belum masuknya Jakarta dalam daftar tersebut menjadi catatan tersendiri. Sebagai ibu kota dengan jumlah penduduk yang besar, Jakarta masih menghadapi tantangan serius dalam pengelolaan sampah, termasuk ketergantungan terhadap Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang.

BACA JUGA :  Dukung Gubernur, Warga Jaktim Gencarkan Edukasi Pilah Sampah

Padahal, setiap hari Jakarta menghasilkan ribuan ton sampah yang sebagian besar masih berakhir di tempat pembuangan akhir. Upaya pengurangan dari sumber, pemilahan, serta pengolahan berbasis masyarakat dinilai masih perlu diperkuat.

Secara global, persoalan sampah masih menjadi tantangan besar. Setiap tahun, dunia menghasilkan lebih dari 2 miliar ton sampah padat, sehingga peran kota menjadi sangat penting dalam menekan dampak lingkungan.

Melalui inisiatif ini, PBB berharap praktik baik dari kota-kota terpilih dapat direplikasi oleh kota lain di dunia, termasuk Jakarta, guna mendorong terwujudnya sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan. ***

Siaran resmi UN-Habitat dan UNEP melalui portal resmi Perserikatan Bangsa-Bangsa (United Nations).

spot_img

Simak Konten Lainnya :

Terbaru

Check out other tags:

spot_img
spot_imgspot_img
spot_imgspot_img

Berita Populer