Rabu, Oktober 7, 2026

Habib Aboe Siapkan Arah Baru Bali, Dari Magnet Wisata Dunia Menuju Pusat Pariwisata Berkualitas Asia Pasifik

NasionalHabib Aboe Siapkan Arah Baru Bali, Dari Magnet Wisata Dunia Menuju Pusat Pariwisata Berkualitas Asia Pasifik

Denpasar – Di tengah derasnya arus wisatawan yang terus berdatangan ke Pulau Dewata, muncul pertanyaan besar mengenai masa depan pariwisata Bali. Apakah keberhasilan sektor wisata hanya diukur dari jumlah kunjungan yang terus meningkat, atau justru dari kualitas manfaat yang dirasakan masyarakat serta kemampuan menjaga kelestarian lingkungan dan budaya?

Pertanyaan tersebut menjadi perhatian serius Anggota Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI, Habib Aboe Bakar Alhabsyi. Dalam kunjungan kerja BKSAP DPR RI ke Bali, politisi senior Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu mengemukakan pandangan yang dinilai dapat menjadi arah baru pembangunan pariwisata Bali di masa depan.

Menurut Habib Aboe Bakar, Bali perlu segera melakukan transformasi besar dengan menggeser orientasi pembangunan dari konsep mass tourism atau pariwisata massal menuju quality tourism atau pariwisata berkualitas. Gagasan tersebut lahir dari berbagai tantangan yang kini mulai dirasakan masyarakat Bali, mulai dari tekanan lingkungan, persoalan sampah, kemacetan, hingga meningkatnya kebutuhan infrastruktur akibat tingginya mobilitas wisatawan.

Ia menilai paradigma lama yang menjadikan jumlah wisatawan sebagai indikator utama keberhasilan sudah saatnya dievaluasi. Banyak negara maju mulai meninggalkan pendekatan tersebut dan lebih memilih mengedepankan kualitas wisatawan, kualitas pengalaman wisata, serta dampak ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat lokal.

BACA JUGA :  Gus Yazid "Serang" Wamentan Sudaryono Usai Sidang TPPU: Mana Keadilan Sitaan Aset Saya?

Dalam pandangannya, Bali memiliki semua modal untuk menjadi pelopor pariwisata berkualitas di kawasan Asia Pasifik. Reputasi internasional yang telah dibangun selama puluhan tahun menjadi kekuatan besar yang dapat dimanfaatkan untuk melakukan lompatan menuju model pembangunan yang lebih berkelanjutan.

Karena itu, Habib Aboe Bakar mendorong Pemerintah Provinsi Bali menyusun roadmap yang jelas sebagai panduan transformasi pariwisata. Peta jalan tersebut dinilai penting agar seluruh pemangku kepentingan memiliki arah yang sama dalam membangun sektor wisata yang tidak hanya menguntungkan secara ekonomi, tetapi juga mampu menjaga warisan budaya dan lingkungan.

Menurutnya, keberhasilan Bali di masa depan tidak lagi ditentukan oleh seberapa banyak wisatawan yang datang, melainkan oleh seberapa besar nilai ekonomi yang dapat dinikmati masyarakat tanpa menambah beban terhadap lingkungan hidup.

Habib Aboe Bakar juga menyoroti pentingnya investasi sebagai faktor pendukung transformasi tersebut. Namun ia mengingatkan bahwa Bali tidak membutuhkan investasi besar semata. Yang jauh lebih penting adalah investasi berkualitas yang ramah lingkungan, mendukung pengembangan sumber daya manusia lokal, dan mampu menghadirkan transfer teknologi bagi masyarakat.

BACA JUGA :  Bamsoet Hadiri HUT ke-8 Motor Besar Indonesia (MBI)

Pendekatan tersebut diyakini dapat menciptakan pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif. Masyarakat lokal tidak hanya menjadi pelengkap dalam industri pariwisata, tetapi menjadi pelaku utama yang memperoleh manfaat langsung dari perkembangan sektor tersebut.

Lebih jauh, Habib Aboe Bakar melihat peluang besar bagi Bali untuk memainkan peran yang lebih strategis di tingkat internasional. Bali dinilai memiliki kapasitas bukan hanya sebagai destinasi wisata kelas dunia, tetapi juga sebagai pusat pembelajaran global mengenai pariwisata berkelanjutan.

Ia bahkan mendorong lahirnya forum-forum internasional yang membahas berbagai isu strategis seperti pariwisata berkelanjutan, ketahanan destinasi wisata, pelestarian budaya, hingga pengelolaan lingkungan. Forum semacam itu dapat mempertemukan pemerintah, parlemen, akademisi, pelaku usaha, dan organisasi internasional untuk berbagi pengalaman dan solusi.

Sebagai anggota BKSAP DPR RI, Habib Aboe Bakar menegaskan bahwa pihaknya siap mendukung berbagai upaya tersebut melalui jaringan diplomasi parlemen yang dimiliki Indonesia. Dukungan itu mencakup pembukaan komunikasi dengan berbagai parlemen dunia dan mitra internasional guna memperkuat kerja sama dalam pengembangan pariwisata berkualitas di Bali.

Langkah tersebut menunjukkan bahwa diplomasi parlemen dapat menjadi instrumen penting dalam mendukung pembangunan daerah. Melalui jejaring internasional yang luas, peluang investasi berkualitas, pertukaran teknologi, dan promosi global dapat semakin terbuka bagi Bali.

BACA JUGA :  Program B50 Dinilai Berpotensi Tekan Pasokan Minyak Goreng dan Bebani Perempuan

Gagasan yang disampaikan Habib Aboe Bakar sekaligus menjadi pesan bahwa masa depan pariwisata Indonesia tidak boleh hanya bertumpu pada angka kunjungan. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana sektor tersebut mampu menciptakan kesejahteraan masyarakat, menjaga kelestarian lingkungan, serta mempertahankan identitas budaya bangsa.

Dengan potensi yang dimiliki saat ini, Bali dinilai berada pada posisi yang tepat untuk memimpin perubahan tersebut. Jika transformasi menuju quality tourism berhasil dijalankan secara konsisten, Pulau Dewata tidak hanya akan dikenal sebagai destinasi wisata terbaik dunia, tetapi juga sebagai contoh sukses pembangunan pariwisata berkelanjutan yang menjadi rujukan bagi negara-negara di kawasan Asia Pasifik dan dunia.

spot_img

Simak Konten Lainnya :

Terbaru

Check out other tags:

spot_img
spot_imgspot_img
spot_imgspot_img

Berita Populer