JAKARTA, zonarilis.com – Forum Pemuda Peduli Jakarta (FPPJ) menggelar diskusi publik bertajuk “Jakarta sebagai Kota Global: Peran Kewaspadaan Dini dalam Semangat Jaga Jakarta” yang menghadirkan Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Hj. Rani Maulani, sebagai narasumber utama. Kegiatan ini menjadi ruang dialog strategis antara pemuda, masyarakat, dan pemangku kebijakan dalam memperkuat kewaspadaan dini demi menjaga Jakarta sebagai kota yang aman, maju, dan berdaya saing global.
Dalam kesempatan tersebut, Hj. Rani Maulani menekankan bahwa semangat menjaga Jakarta tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh elemen masyarakat, khususnya kaum perempuan yang memiliki peran krusial dalam membentuk karakter generasi penerus. Menurutnya, fondasi kota yang kuat bermula dari ketahanan keluarga.
”Untuk menjaga semangat Jakarta, harus dimulai dari seorang perempuan yang mampu menjaga dan mendidik anak-anaknya dengan baik. Dari keluarga yang kuat akan lahir generasi Jakarta yang memiliki karakter, etika, dan kepedulian terhadap lingkungannya,” ujar Rani. Ia menambahkan bahwa pendidikan karakter yang ditanamkan sejak dini di lingkungan keluarga adalah kunci utama agar generasi muda mampu menghadapi tantangan global tanpa kehilangan nilai-nilai kebangsaan dan budaya lokal.
Ketua Umum FPPJ, Endriansyah, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Hj. Rani Maulani dalam kegiatan tersebut. Ia menilai sosok Rani Maulani merupakan inspirasi nyata bagi perempuan di Jakarta untuk terus berkontribusi aktif dalam pembangunan daerah maupun kehidupan sosial kemasyarakatan.
”Kehadiran Ibu Hj. Rani Maulani menjadi inspirasi bagi perempuan di Jakarta. Beliau menunjukkan bahwa perempuan memiliki kapasitas besar untuk menjadi pemimpin, pengambil keputusan, sekaligus agen perubahan yang memberikan dampak positif bagi masyarakat,” ungkap Endriansyah.
Lebih lanjut, FPPJ menegaskan bahwa pembangunan Jakarta sebagai kota global tidak hanya terbatas pada sektor infrastruktur dan investasi, tetapi juga sangat bergantung pada pembangunan karakter masyarakatnya. Oleh karena itu, sinergi antara keluarga, peran perempuan, pemuda, dan seluruh elemen masyarakat menjadi bagian tak terpisahkan dalam mewujudkan Jakarta yang aman, inklusif, dan berdaya saing.
Melalui diskusi ini, FPPJ berharap semangat kewaspadaan dini dan gerakan “Jaga Jakarta” dapat terus diperkuat sebagai upaya kolektif dalam menjaga ketertiban, keamanan, serta membangun generasi masa depan Jakarta yang berkarakter dan berintegritas.(zr).










