Rabu, Oktober 7, 2026

Transjakarta Adalah Solusi Lingkungan: Penyesuaian Tarif Langkah Rasional untuk Keberlanjutan

NasionalDaerahTransjakarta Adalah Solusi Lingkungan: Penyesuaian Tarif Langkah Rasional untuk Keberlanjutan

​Jakarta, zonarilis.com – Barisan Jakarta (BAJA) menegaskan bahwa rencana penyesuaian tarif Transjabodetabek harus dipandang secara komprehensif dalam kerangka keberlanjutan transportasi publik. Kebijakan ini dinilai tidak bertentangan dengan upaya pengendalian pencemaran udara, melainkan justru menjadi prasyarat agar masyarakat tetap menjadikan angkutan umum sebagai pilihan mobilitas utama guna menekan emisi sektor transportasi.

​Ketua Umum BAJA, R. Lintang Fisutama dalam siaran tertulis pada senin (29/06/26), menjelaskan bahwa Transjakarta telah berhasil menjadi tulang punggung mobilitas warga dengan melayani lebih dari 1,4 juta perjalanan per hari. Sepanjang tahun 2025, jumlah pelanggan mencapai 413 juta perjalanan—meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan tahun 2022. Pertumbuhan pelanggan ini merupakan indikator keberhasilan Transjakarta dalam mengubah pola mobilitas masyarakat. Semakin banyak warga beralih ke transportasi publik, semakin besar pula kontribusinya dalam menekan kemacetan, konsumsi bahan bakar fosil, dan emisi kendaraan.

BACA JUGA :  Kemerdekaan yang Autentik: Cerita Gotong Royong Warga Rusun Pinus Elok

​BAJA menekankan bahwa kontribusi Transjakarta terhadap agenda lingkungan bukan sekadar wacana. Langkah nyata telah diwujudkan melalui pengoperasian 500 bus listrik dengan zero tailpipe emission, penerapan kebijakan penggunaan transportasi umum bagi ASN di lingkungan Pemprov DKI Jakarta setiap hari Rabu, serta integrasi ekosistem transportasi. Saat ini, Transjakarta telah menjangkau 92,4 persen populasi Jakarta dengan 244 rute dan lebih dari 5.000 armada, yang terhubung dengan moda transportasi lain seperti MRT, LRT, KRL, hingga Kereta Cepat Whoosh.

​Terkait pengelolaan anggaran, BAJA mencatat bahwa subsidi Pemprov DKI Jakarta telah dikelola dengan semakin efektif. Meskipun jumlah pelanggan meningkat secara signifikan, subsidi per pelanggan justru turun sekitar 14 persen dibandingkan tahun 2022. Subsidi tersebut juga terbukti memberikan manfaat sosial dan ekonomi yang masif. Sebanyak 25 juta perjalanan pada tahun 2025 dilayani melalui program Kartu Layanan Gratis (KLG) untuk kelompok masyarakat rentan. Secara ekonomi, setiap Rp1 triliun subsidi menghasilkan Rp3,2 triliun dampak ekonomi nasional. Total manfaat ekonomi yang dihasilkan mencapai sekitar Rp73,8 triliun secara nasional, termasuk penciptaan 32 ribu lapangan kerja per tahun.

BACA JUGA :  PT Usaha Semesta Jaya Salurkan Bantuan Modal dan Alat Usaha, DPC PPDI Nagan Raya Berikan Apresiasi Tinggi

​Menanggapi pandangan yang mengaitkan penyesuaian tarif dengan kegagalan agenda lingkungan, BAJA menilai argumentasi tersebut kurang tepat. Penyesuaian tarif adalah langkah rasional untuk menjaga keberlanjutan layanan, meningkatkan kualitas, dan memastikan subsidi tetap tepat sasaran. Menurut Lintang, transportasi publik yang murah namun kualitasnya menurun bukanlah solusi, karena masyarakat membutuhkan layanan yang aman, nyaman, tepat waktu, dan terintegrasi.

​BAJA juga mendorong organisasi pemerhati lingkungan untuk turut menyoroti isu lingkungan yang lebih mendesak, seperti darurat pengelolaan sampah. BAJA mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk melihat kebijakan transportasi publik secara utuh sebagai instrumen nyata dalam mendukung pembangunan berkelanjutan dan kualitas udara yang lebih baik di Jakarta.

BACA JUGA :  Ironi di Padangsidimpuan, Anggaran Makan-Minum Wali Kota Rp396 Juta, CBA Sebut Tidak Manusiawi

Barisan Jakarta (BAJA) merupakan wadah pemikiran dan advokasi yang berkomitmen terhadap kemajuan pembangunan berkelanjutan di DKI Jakarta.(zr).

​#Transjakarta #TransportasiPublik #Jakarta #Baja #Lingkungan #KebijakanPublik #zonarilis

spot_img

Simak Konten Lainnya :

Terbaru

Check out other tags:

spot_img
spot_imgspot_img
spot_imgspot_img

Berita Populer