Rabu, Oktober 7, 2026

Menjaga Marwah Negara Hukum, Penasehat GRIB Jaya Jakarta Pusat Serukan Ketenangan Pasca-Insiden Matraman

HukumMenjaga Marwah Negara Hukum, Penasehat GRIB Jaya Jakarta Pusat Serukan Ketenangan Pasca-Insiden Matraman

​JAKARTA PUSAT, Zonarilis.com — Menyikapi dinamika keamanan pascainsiden bentrokan di kawasan Matraman, Jakarta Pusat, Praktisi dan Pengamat Hukum sekaligus Penasehat GRIB Jaya Jakarta Pusat, Prof. Dr. M. Aslam Fadli, M.H., menyampaikan seruan tegas agar peristiwa tersebut tidak dijadikan ajang unjuk kekuatan atau adu gengsi antarkelompok. (Diterima Redaksi pada Kamis, 30/07/2026)

​Prof. Aslam menekankan bahwa Indonesia adalah negara hukum yang menjunjung tinggi konstitusi. Oleh karena itu, segala bentuk persoalan wajib diselesaikan melalui koridor hukum yang berlaku tanpa ada tindakan di luar prosedur.

​”Sebagai negara hukum, Indonesia telah menyediakan mekanisme penyelesaian setiap persoalan. Karena itu, tidak ada alasan bagi siapa pun untuk mengambil tindakan di luar koridor hukum. Biarkan aparat penegak hukum bekerja secara profesional, objektif, dan berlandaskan alat bukti,” tegas Prof. Aslam di Jakarta.

BACA JUGA :  DPR Dukung Kinerja Polda Kalsel Memberantas Narkoba

​Sebagai bagian dari elemen masyarakat, Prof. Aslam secara khusus mengingatkan seluruh jajaran kader dan simpatisan GRIB Jaya Jakarta Pusat agar senantiasa mengedepankan kedewasaan bersikap. Menurutnya, organisasi kemasyarakatan harus tampil sebagai bagian dari solusi, bukan sebaliknya menjadi pemicu kegaduhan baru.

​”Kematangan sebuah organisasi tercermin dari kemampuannya menahan diri, menghormati hukum, dan menjaga stabilitas keamanan masyarakat,” ujarnya.

​Selain itu, ia juga menyoroti maraknya narasi di media sosial pascaperistiwa tersebut. Masyarakat diimbau untuk tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi kebenarannya demi mencegah timbulnya konflik horizontal yang lebih luas. Asas praduga tak bersalah dan prinsip due process of law harus senantiasa dikedepankan.

​Dalam kesempatan yang sama, Prof. Aslam mendorong aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas insiden tersebut secara transparan tanpa membedakan latar belakang pihak yang terlibat. Menurutnya, kepastian hukum yang berkeadilan merupakan fondasi utama dalam merawat kepercayaan publik sekaligus menegakkan wibawa negara.

BACA JUGA :  Ratusan Perkara Hukum Kepung Bank BJB Sepanjang 2025, CBA Desak Pemegang Saham Evaluasi Total Direksi dan Komisaris

​Sebagai langkah pencegahan jangka panjang, ia mengajak para tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, serta pimpinan ormas lainnya untuk memperkuat komunikasi dan ruang dialog.

​Menutup keterangannya, Prof. Aslam berpesan agar warga Jakarta senantiasa merawat persatuan dan tidak mudah terprovokasi oleh kepentingan apa pun.

​”Perbedaan tidak boleh melahirkan permusuhan. Hukum harus menjadi panglima, persaudaraan harus tetap dijaga, dan keamanan masyarakat harus menjadi kepentingan bersama. Dengan demikian, Jakarta akan tetap menjadi kota yang aman, damai, dan menjadi teladan bagi daerah lain di Indonesia,” pungkasnya.(zr).

spot_img

Simak Konten Lainnya :

Terbaru

Check out other tags:

spot_img
spot_imgspot_img
spot_imgspot_img

Berita Populer