Rabu, Oktober 7, 2026

Soedeson Tandra soal Pembunuh Tiga Polisi Katingan: Desak Hukuman Maksimal bagi Pelaku dan Minta Mafia Narkoba Dibongkar Hingga Tuntas!

HukumSoedeson Tandra soal Pembunuh Tiga Polisi Katingan: Desak Hukuman Maksimal bagi Pelaku dan Minta Mafia Narkoba Dibongkar Hingga Tuntas!

Jakarta – Anggota Komisi III DPR RI Soedeson Tandra mendesak Kepolisian Republik Indonesia mengusut tuntas kasus gugurnya tiga personel Satresnarkoba Polres Katingan, Kalimantan Tengah, saat menjalankan operasi pemberantasan narkotika. Menurutnya, aparat tidak hanya harus menangkap para pelaku pembunuhan, tetapi juga membongkar jaringan mafia narkotika yang diduga berada di balik peristiwa tersebut.

Peristiwa tragis itu terjadi saat tim Satresnarkoba Polres Katingan melakukan penggerebekan terhadap terduga bandar narkoba di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, Kabupaten Katingan, pada Kamis (2/7/2026). Berdasarkan keterangan kepolisian, operasi telah dipersiapkan sesuai prosedur. Namun situasi berubah ketika keluarga terduga pelaku bersama sejumlah warga diduga melakukan provokasi hingga terjadi penyerangan terhadap petugas. Akibat insiden tersebut, tiga anggota kepolisian gugur saat menjalankan tugas negara.

Menanggapi kejadian itu, Soedeson Tandra menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga para korban. Ia menilai ketiga personel yang gugur merupakan pejuang negara yang mengorbankan jiwa demi memberantas peredaran narkotika.

BACA JUGA :  Desakan Pencopotan Kapolda Sulut: GPN Tuding Polda Sulawesi Utara Lambat Tangani Kasus Mafia Tanah

“Kami sangat berduka cita dan turut berbelasungkawa kepada keluarganya. Duka cita yang mendalam kami sampaikan atas musibah yang dialami oleh pejuang-pejuang kita dalam rangka memberantas narkoba,” ujar Soedeson usai Rapat Paripurna DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (7/7/2026).

Politisi Fraksi Partai Golkar dari Daerah Pemilihan Papua Tengah itu menegaskan negara tidak boleh kalah menghadapi jaringan narkotika. Ia meminta aparat bergerak cepat menangkap seluruh pelaku sekaligus mengembangkan penyidikan hingga ke aktor intelektual maupun jaringan yang mendukung aktivitas peredaran narkoba.

“Kami meminta kepada kepolisian untuk mengejar para pelakunya, menangkapnya, menghukumnya secara berat, dan membongkar semua mafia-mafia narkotika itu secara tuntas,” tegasnya.

Menurut Soedeson, pengungkapan kasus tidak boleh berhenti pada pelaku yang berada di lapangan. Peredaran narkotika merupakan kejahatan terorganisasi yang melibatkan jaringan luas sehingga penyidik perlu mengusut seluruh mata rantai yang terlibat agar kasus serupa tidak kembali terjadi.

BACA JUGA :  Gus Falah Dukung BNN Deli Serdang Berantas Narkoba: Melawan Petugas Berarti Melawan Hukum!

Ia juga menanggapi wacana perlunya regulasi baru untuk meningkatkan perlindungan aparat kepolisian saat menjalankan operasi pemberantasan narkoba. Menurutnya, ketentuan hukum yang berlaku saat ini sebenarnya telah memberikan kewenangan yang cukup kepada aparat penegak hukum.

“Regulasi itu sebenarnya sudah cukup. Undang-undang sudah memberikan kewenangan yang cukup kepada aparat penegak hukum, khususnya kepolisian, lebih khusus lagi kepada penyidik-penyidik yang melakukan tugasnya di lapangan,” katanya.

Meski demikian, Soedeson mengingatkan bahwa aspek keselamatan personel harus menjadi perhatian utama dalam setiap operasi. Ia berharap evaluasi terhadap pola operasi, penguatan mitigasi risiko, serta peningkatan sistem pengamanan terus dilakukan agar keselamatan aparat lebih terjamin ketika menghadapi kelompok kriminal yang berpotensi melakukan perlawanan.

BACA JUGA :  Mahasiswa Muda Transparansi Desak Publik Objektif Sikapi Temuan BPK di Bank Jakarta (DKI)

“Tentu kami berpesan agar di dalam pemberantasan narkoba ini, pihak kepolisian lebih berhati-hati dan lebih memperhatikan keselamatan dari aparat yang akan turun ke lapangan,” pungkas Soedeson.

Kasus gugurnya tiga anggota Polres Katingan menjadi perhatian serius karena menunjukkan besarnya ancaman yang dihadapi aparat dalam memerangi kejahatan narkotika. DPR berharap proses hukum dilakukan secara tegas, transparan, dan menyeluruh sehingga seluruh pelaku dapat dihukum sesuai ketentuan yang berlaku serta jaringan mafia narkotika yang berada di balik peristiwa tersebut dapat dibongkar hingga tuntas.

 

spot_img

Simak Konten Lainnya :

Terbaru

Check out other tags:

spot_img
spot_imgspot_img
spot_imgspot_img

Berita Populer