JAKARTA, Zonarilis.com — Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS Kesehatan) kembali menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih penghargaan Investortrust Best Insurance 2026 untuk kategori Performance Excellence Award – National Health & Universal Coverage Award.
Perwakilan BPJS Kesehatan, Rizky, menyampaikan rasa syukurnya atas apresiasi yang diberikan. Menurut dia, penghargaan tersebut menjadi bentuk kepercayaan terhadap upaya BPJS Kesehatan dalam menjalankan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
“Kami ucapkan terima kasih kepada CEO Investortrust Pak Primus dan para dewan juri sudah mempercayakan kami,” ujar Rizky, usai menerima penghargaan di Glass House, Habitate Jakarta, Kamis (31/7/2026).
Menurut dia, penghargaan ini menjadi motivasi bagi BPJS Kesehatan untuk terus meningkatkan pelayanan kepada seluruh peserta JKN yang kini telah mencakup hampir 98% masyarakat Indonesia.
Hingga 2025, BPJS Kesehatan terus mencatatkan peningkatan kinerja keuangan, dengan meraih pendapatan iuran Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sebesar Rp 176,11 triliun atau naik hampir 7% (yoy). Peningkatan pendapatan diikuti dengan membaiknya tingkat kolektibilitas iuran yang mencapai 99,49% tahun lalu, lebih tinggi dari 99,17% pada 2024.
Penerimaan iuran yang optimal dan tingkat kolektibilitas yang tinggi dipercaya mampu menjamin ketersediaan anggaran untuk membiayai pelayanan kesehatan peserta. Dana yang dihimpun dari peserta yang sehat digunakan untuk membiayai pengobatan peserta lain yang membutuhkan.
Dalam paparan publik pada awal Juli 2026, BPJS Kesehatan mencatat bahwa portofolio investasi Dana Jaminan Sosial (DJS) pada 2025 yang sebanyak Rp 60 triliun, menghasilkan pendapatan Rp 3,9 triliun, melebihi target sebesar Rp 3 triliun.
Tahun ini, BPJS Kesehatan menargetkan jumlah peserta JKN naik 1,36% (yoy) menjadi 286,57 juta jiwa.
Sementara dari sisi pendapatan, target iuran pada 2026 dipatok sebesar Rp 183,18 triliun atau tumbuh 3,66% (yoy). BPJS Kesehatan juga menargetkan rasio klaim maksimal sebesar 114,84% dengan beban manfaat mencapai Rp 210,37 triliun.
Khusus target pendapatan investasi pada 2026, BPJS Kesehatan menetapkan angka Rp 1,3 triliun dari dana kelolaan sebesar Rp 19,2 triliun. Yield on Investment (YoI) ditargetkan sebesar 4,3%.(zr).










