Kamis, Oktober 8, 2026

Amin Ak: Kita Perlu Perkuat Pariwisata, Ekspor dan Hilirisasi

UncategorizedAmin Ak: Kita Perlu Perkuat Pariwisata, Ekspor dan Hilirisasi

JAKARTA – Anggota Komisi XI DPR RI Amin Ak menilai pelemahan nilai tukar rupiah tidak boleh hanya dipandang sebagai ancaman bagi perekonomian nasional. Ia merujuk pengalaman Turki yang sukses menyiasati depresiasi mata uang menjadi pendorong pertumbuhan apabila diikuti kebijakan yang mampu meningkatkan devisa dan produktivitas nasional.

Indonesia, menurut Wakil Ketua Fraksi PKS itu, bisa mengubah depresiasi rupiah menjadi momentum untuk meningkatkan daya saing Indonesia melalui sektor pariwisata, ekspor, dan hilirisasi industri.

“Fokus kita bukan meratapi rupiah yang melemah, melainkan mengejar ekonomi yang kuat. Ketika rupiah tertekan oleh dinamika global, kita harus mampu mengubah tantangan itu menjadi peluang ekonomi,” ujarnya.

Ia menjelaskan, ketika rupiah melemah, Indonesia secara otomatis menjadi destinasi yang lebih kompetitif bagi wisatawan mancanegara. Biaya hotel, kuliner, transportasi, dan berbagai layanan wisata menjadi relatif lebih murah jika dihitung menggunakan mata uang asing.

BACA JUGA :  Uji Sidang Terbuka Doktoral Ilmu Kepolisian STIK, Bamsoet Tegaskan Reformasi Polri Harus Diikuti Penguatan Kompolnas

“Pariwisata adalah ekspor yang datang ke Indonesia. Wisatawan membawa devisa tanpa kita harus mengirim barang ke luar negeri. Karena itu, pemerintah perlu menjadikan sektor ini sebagai mesin pertumbuhan ekonomi yang lebih agresif,” katanya.

Ia mendorong pemerintah tidak hanya berfokus pada Bali, tetapi juga mempercepat pengembangan destinasi unggulan seperti Labuan Bajo, Raja Ampat, Danau Toba, Borobudur, Mandalika, dan Wakatobi melalui peningkatan konektivitas, kebersihan, keamanan, kualitas pelayanan, serta promosi internasional.

Selain pariwisata, Amin menilai pelemahan rupiah juga harus dimanfaatkan untuk memperkuat ekspor nasional. Produk-produk seperti kelapa sawit, perikanan, kopi, kakao, furnitur, tekstil, alas kaki, hingga industri kreatif memiliki peluang lebih besar bersaing di pasar global apabila didukung peningkatan kualitas dan nilai tambah.

“Hilirisasi harus terus dipercepat agar Indonesia tidak lagi hanya menjual bahan mentah. Semakin tinggi nilai tambah produk yang kita ekspor, semakin besar devisa yang masuk dan semakin kuat fondasi ekonomi nasional,” tegasnya.

BACA JUGA :  Target Pertumbuhan Ekonomi Harus Ditopang Kebijakan yang Menggerakkan Ekonomi Rakyat

Di sisi lain, Amin mengingatkan bahwa pemerintah juga harus berani mengurangi ketergantungan terhadap impor secara nyata dan persisten. Terutama untuk bahan baku strategis dan komponen industri.

Menurutnya, penguatan industri dalam negeri akan membuat Indonesia lebih tahan menghadapi gejolak nilai tukar. Berbagai strategi dan upaya tersebut tentu saja harus sejalan dengan upaya memperkuat nilai tukar rupiah, sesuatu yang tidak boleh diabaikan.

“Nilai tukar yang terlalu lemah tetap berisiko memicu inflasi, menaikkan biaya produksi, dan mengurangi daya beli masyarakat. Karena itu, stabilitas ekonomi makro harus tetap menjadi prioritas,” ujarnya.

Ia mendorong sinergi antara pemerintah, Bank Indonesia, dan pelaku usaha untuk menjaga inflasi tetap terkendali, memperkuat iklim investasi, mempercepat pembangunan infrastruktur, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta memperluas pasar ekspor Indonesia.

BACA JUGA :  Hizkia Darmayana: Intimidasi Rumah Doa di Cikancung, Manifestasi Tirani Mayoritas yang Cederai Pancasila

Menurut Amin, kekuatan ekonomi suatu negara pada akhirnya tidak ditentukan oleh mahal atau murahnya mata uang, tetapi oleh kemampuan menghasilkan barang dan jasa yang mampu bersaing di pasar dunia.

“Indonesia memiliki sumber daya alam yang melimpah, bonus demografi, dan potensi pariwisata kelas dunia. Jika semua potensi itu dikelola secara optimal, pelemahan rupiah bukan sekadar menjadi tantangan, tetapi dapat menjadi momentum untuk mempercepat transformasi menuju ekonomi yang lebih produktif, berdaya saing, dan berkelanjutan,” pungkasnya.

spot_img

Simak Konten Lainnya :

Terbaru

Check out other tags:

spot_img
spot_imgspot_img
spot_imgspot_img

Berita Populer