Kamis, Oktober 8, 2026

Dari Innova ke Senayan, Harris Turino Ungkap Rahasia I Nyoman Parta

UncategorizedDari Innova ke Senayan, Harris Turino Ungkap Rahasia I Nyoman Parta

JAKARTA — Pujian hangat disampaikan Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Harris Turino kepada koleganya, I Nyoman Parta. Dalam sebuah video yang diunggah melalui akun Instagram masing-masing, Harris menggambarkan sosok Nyoman Parta sebagai anggota parlemen yang dikaguminya karena kesederhanaan, kedekatan dengan masyarakat, serta konsistensinya dalam merawat hubungan dengan konstituen.

Suasana dalam video tersebut terlihat begitu akrab. Harris menyapa Nyoman Parta dengan sebutan “saudara saya, Bli Nyoman Parta” sembari merangkul pundak atau punggung rekannya. Keduanya terlihat santai dan beberapa kali tertawa, meski berada di lingkungan gedung DPR RI yang identik dengan suasana formal.

Harris kemudian secara terbuka mengungkapkan kekagumannya terhadap Nyoman Parta. Ia menyoroti perolehan suara Nyoman Parta yang mencapai 281.866 suara dari daerah pemilihan Bali.

“Ini adalah Anggota DPR yang saya kagumi, ya, luar biasa sekali,” ujar Harris dalam video tersebut.

Menurut Harris, angka 281.866 suara tersebut tentu memiliki cerita panjang di belakangnya. Ia bahkan mengaku penasaran dengan “modal” yang membuat Nyoman Parta mampu memperoleh dukungan masyarakat dalam jumlah besar.

“Bli, modalnya apa, ya?” kata Harris.

Dengan gaya bercanda, Harris kemudian menceritakan bagaimana Nyoman Parta turun ke tengah masyarakat. Ia menggambarkan sosok Nyoman Parta yang turun dari mobil Innova, kemudian berjalan menghampiri warga dengan langkah sederhana.

Harris bahkan memperagakan gaya berjalan tersebut dengan ekspresi jenaka sambil mengucapkan “teng teng teng teng teng”, sehingga membuat suasana semakin cair. Nyoman Parta pun tampak tertawa dan tersenyum mendengar cerita tersebut.

BACA JUGA :  Hamka Tinjau Petani Gowa: Dulu Panen Sekali, Kini Bisa Dua hingga Tiga Kali

Namun, di balik candaan itu, Harris menyampaikan pesan yang cukup serius mengenai cara Nyoman Parta membangun dan mempertahankan kepercayaan masyarakat.

Menurut Harris, kekuatan Nyoman Parta bukan sekadar soal bagaimana ia tampil ketika masa kampanye. Lebih dari itu, ia menilai Nyoman Parta memiliki kebiasaan untuk terus memperhatikan warga yang menjadi konstituennya.

“Tapi semua warga konstituennya dirawat. Yang sakit, yang meninggal, yang…” ujar Harris.

Pernyataan tersebut menjadi bagian penting dari pesan yang ingin disampaikan. Bagi Harris, perolehan suara besar tidak semata-mata lahir dari popularitas atau kampanye yang besar-besaran. Ada proses panjang dalam membangun hubungan dengan masyarakat.

Menyapa warga, hadir ketika masyarakat membutuhkan, memperhatikan warga yang sakit, serta datang ketika ada keluarga yang berduka merupakan bentuk sederhana dari merawat kepercayaan.

Bagi seorang anggota DPR RI, mandat masyarakat tidak berhenti pada saat proses pemilu selesai. Justru setelah terpilih, tanggung jawab untuk menjaga amanah menjadi semakin besar.

Perolehan 281.866 suara yang diraih Nyoman Parta di Bali karena itu bukan hanya angka dalam statistik pemilu. Di balik angka tersebut terdapat ratusan ribu masyarakat yang memberikan kepercayaan dan berharap aspirasinya dapat diperjuangkan di tingkat nasional.

Kisah yang disampaikan Harris juga memberikan gambaran bahwa politik tidak selalu harus identik dengan kemewahan, panggung besar, atau pencitraan yang berlebihan.

Terkadang, kedekatan dengan masyarakat justru lahir dari tindakan-tindakan sederhana.

Turun dari kendaraan, berjalan menemui warga, menyapa masyarakat, mendengarkan persoalan, dan hadir ketika warga membutuhkan menjadi bagian dari proses membangun hubungan emosional antara wakil rakyat dengan masyarakat.

BACA JUGA :  Upah Layak Amanat Konstitusi, Bali Harus Akhiri Politik Upah Murah

Dalam konteks tersebut, kesahajaan Nyoman Parta menjadi sesuatu yang diapresiasi Harris.

Politik, pada akhirnya, bukan hanya tentang bagaimana mendapatkan suara sebanyak-banyaknya. Politik juga berbicara tentang bagaimana seseorang menjaga kepercayaan setelah masyarakat memberikan mandat.

Seorang wakil rakyat memang membutuhkan suara untuk memenangkan kontestasi. Namun setelah kemenangan diraih, suara tersebut berubah menjadi amanah yang harus dipertanggungjawabkan.

Interaksi Harris Turino dan I Nyoman Parta juga memperlihatkan sisi humanis kehidupan politik di parlemen. Keduanya tampak tidak menjaga jarak secara berlebihan. Candaan, tawa, dan pujian justru membuat komunikasi di antara mereka terasa lebih dekat dan bersahabat.

Di tengah berbagai dinamika politik nasional, pemandangan semacam itu menjadi pengingat bahwa hubungan antarsesama anggota parlemen tidak selalu harus diwarnai perdebatan dan perbedaan pandangan.

Ada pula ruang untuk saling menghargai, memberikan apresiasi, dan mengambil pelajaran dari cara kerja masing-masing.

Bagi masyarakat Bali, sosok Nyoman Parta tentu tidak asing sebagai salah satu wakil yang membawa aspirasi daerah tersebut ke Senayan. Sementara bagi Harris Turino, pengalaman Nyoman Parta dalam membangun hubungan dengan masyarakat merupakan sesuatu yang layak dipelajari.

Pesan yang muncul dari video tersebut pun sederhana tetapi kuat: konstituen bukan sekadar angka dalam perolehan suara.

Konstituen adalah masyarakat yang memberikan kepercayaan kepada seorang wakil rakyat. Karena itu, hubungan tersebut harus terus dirawat bahkan setelah pesta demokrasi berakhir.

BACA JUGA :  Bamsoet: Kerja Sama Maruss dan PERIKHSA Jadi Momentum Transfer Teknologi Industri Pertahanan

Bagi generasi muda, kisah ini juga bisa menjadi perspektif berbeda dalam melihat politik. Bahwa menjadi politisi bukan hanya tentang tampil di media sosial, berbicara di depan kamera, atau mendapatkan popularitas.

Ada pekerjaan yang jauh lebih mendasar, yakni hadir di tengah masyarakat dan memahami persoalan yang mereka hadapi.

Harris Turino seolah ingin menunjukkan bahwa kesederhanaan Nyoman Parta justru menjadi kekuatannya. Tidak perlu terlalu banyak gaya ketika masyarakat sudah merasakan kehadiran dan kepedulian secara langsung.

Pada akhirnya, pujian Harris kepada Nyoman Parta bukan hanya tentang angka 281.866 suara. Lebih dari itu, pujian tersebut menjadi refleksi mengenai bagaimana kepercayaan masyarakat dapat dibangun melalui hubungan yang sederhana, konsisten, dan manusiawi.

Jabatan boleh berada di Senayan, tetapi seorang wakil rakyat tidak boleh kehilangan kedekatan dengan masyarakat yang mengantarkannya ke sana.

Bagi Nyoman Parta, 281.866 suara bukan sekadar kemenangan elektoral. Itu adalah amanah besar dari masyarakat Bali.

Dan bagi siapa pun yang ingin belajar tentang politik yang membumi, pesan dari interaksi Harris Turino dan I Nyoman Parta cukup jelas: jangan hanya hadir ketika membutuhkan suara rakyat. Hadirlah juga ketika rakyat membutuhkan kita.

spot_img

Simak Konten Lainnya :

Terbaru

Check out other tags:

spot_img
spot_imgspot_img
spot_imgspot_img

Berita Populer