JAKARTA, Zonarilis.com – Keputusan tiga bank milik negara yang tergabung dalam Himbara, yakni Bank Mandiri, BRI, dan BTN, dalam memberikan dukungan sponsor kepada klub Liga 2 Adhyaksa FC menuai kritik keras. Ketua Masyarakat Sepak Bola Indonesia (MSBI), Sarman El Hakim, menyampaikan pernyataan tegas terkait hal tersebut pada Senin (09/09/26), dengan mempertanyakan rasionalitas bisnis serta sumber anggaran yang digunakan oleh perusahaan pelat merah tersebut.
Sarman menilai bahwa publik dan pemegang saham berhak mengetahui secara transparan pos anggaran mana yang dialokasikan untuk membiayai klub sepak bola yang berafiliasi dengan Kejaksaan RI tersebut. Ia mengingatkan agar penggunaan dana korporasi negara dilakukan secara akuntabel demi menghindari potensi penyalahgunaan wewenang.
“Itu sumber dana sponsor tiga bank BUMN dari mana asalnya. Kalau diambil dari CSR berarti sudah masuk dugaan korupsi atau pencucian uang,” ujar Sarman dalam keterangannya.
Secara komersial, MSBI menyoroti tantangan besar yang dihadapi klub-klub di Liga 2, mulai dari minimnya jumlah penonton, rendahnya pendapatan tiket, hingga kewajiban finansial yang harus ditanggung klub seperti perekrutan pemain asing. Dengan kondisi tersebut, efektivitas dan return on investment dari sponsorship BUMN dinilai patut dipertanyakan.
“Tiga Bank BUMN hanya menghambur-hamburkan duit saja. Karena sepak bola Liga 2 tidak ada penonton, dan apalagi setiap klub peserta Liga 2 harus membayar maksimal tiga pemain asing,” tambahnya.
Selain itu, kontroversi ini turut membandingkan keputusan bank Himbara yang memilih menyokong klub kasta kedua alih-alih klub Liga 1. Padahal, sejumlah klub Liga 1 dinilai memiliki basis suporter yang jauh lebih besar, eksposur media yang tinggi, serta potensi pemasaran dan brand exposure yang lebih terukur secara bisnis.
Keterkaitan Adhyaksa FC dengan institusi penegak hukum juga memicu perdebatan luas di ruang publik mengenai potensi benturan kepentingan (conflict of interest) serta tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance). MSBI mendesak manajemen Bank Mandiri, BRI, BTN, serta pihak Adhyaksa FC untuk segera memberikan klarifikasi terbuka.
Penjelasan resmi tersebut dinilai penting untuk menjawab pertanyaan publik mengenai nilai kerja sama, sumber anggaran, dasar pemilihan klub, serta indikator keberhasilan program demi menjaga akuntabilitas BUMN di mata masyarakat.(zr).










