Rabu, Oktober 7, 2026

Diduga Salah Paham, Imam Masjid di Palopo Jadi Korban Pengeroyokan Empat Orang

HukumDiduga Salah Paham, Imam Masjid di Palopo Jadi Korban Pengeroyokan Empat Orang

PALOPO, Zonarilis.com – Kasus dugaan pengeroyokan terhadap seorang imam masjid di Kota Palopo, Sulawesi Selatan, mengemuka dan tengah ditangani aparat kepolisian. Korban, Ahmad (62), mengalami luka serius setelah diserang empat orang, terdiri dari tiga pria dan satu wanita, Rabu (29/4/2026).

Peristiwa tersebut diduga dipicu kesalahpahaman terkait tuduhan penganiayaan terhadap anak di bawah umur. Ahmad membantah keras tudingan tersebut dan menegaskan tidak pernah melakukan pemukulan seperti yang beredar di masyarakat.

“Itu tidak benar. Saya tidak memukul,” ujar Ahmad, Senin (4/5/2026).

Ia menjelaskan, kejadian bermula saat dirinya selesai menunaikan salat Asar dan berjalan pulang dari masjid. Di tengah perjalanan, ia dihentikan oleh seorang wanita yang langsung menuduhnya telah memukul anaknya.

BACA JUGA :  Desak Pengusutan Tuntas Korupsi Sektor Energi, BEM KM IPB: Tegakkan Hukum Tanpa Pandang Bulu

Situasi kemudian memanas. Ahmad yang mencoba menjelaskan justru diserang secara tiba-tiba dari belakang hingga terjatuh. Dalam kondisi tak berdaya, tiga pria lainnya ikut melakukan pengeroyokan bersama wanita tersebut.

Korban mengaku menerima pukulan bertubi-tubi di bagian wajah dan dada hingga menyebabkan penglihatannya sempat gelap dan wajahnya dipenuhi darah.

Meski terluka, Ahmad berinisiatif melaporkan kejadian itu ke Polsek Wara. Namun, ia mendapati pihak yang menuduhnya telah lebih dulu membuat laporan polisi.

Dalam laporan tersebut, Ahmad disebut telah memukul anak hingga mengalami benjolan. Namun, berdasarkan hasil pemeriksaan awal, polisi tidak menemukan adanya luka pada anak yang dimaksud.

Ahmad mengakui sempat menjitak ringan anak tersebut sebagai bentuk teguran. Ia berdalih tindakan itu dilakukan karena anak-anak tersebut sering membuat keributan di dalam masjid.

BACA JUGA :  Safe Deposit Box MNC Bank Diduga Dibobol, Komisi XI DPR Desak OJK Lakukan Audit Total

“Mereka teriak-teriak pakai mikrofon, bahkan bermain dan merusak fasilitas masjid. Sudah sering ditegur, tapi tidak diindahkan,” katanya.

Akibat pengeroyokan itu, Ahmad sempat pingsan saat berada di kantor polisi dan langsung dilarikan ke RS Mega Buana. Ia kemudian dirujuk ke RS Palemmai Tandi untuk mendapatkan perawatan intensif serta menjalani visum.

Kasi Humas Polres Palopo, AKP Marzuki, menyatakan bahwa kasus ini masih dalam tahap penyelidikan. Polisi telah memeriksa empat saksi dan memanggil pihak terduga pelaku.

“Proses masih berjalan. Kami menunggu hasil visum sebagai dasar penanganan lebih lanjut,” ujarnya.

Polisi mengimbau masyarakat untuk tidak terprovokasi dan menyerahkan penanganan kasus kepada aparat penegak hukum.

BACA JUGA :  Center for Budget Analysis Desak OJK Lebih Proaktif Lindungi Konsumen, Soroti Sengketa BCA dan Kasus Pembobolan Rekening
spot_img

Simak Konten Lainnya :

Terbaru

Check out other tags:

spot_img
spot_imgspot_img
spot_imgspot_img

Berita Populer